Desa Sagalaherang Kidul Genjot Pangan, Program Ketahanan Pangan di SUbang Serap 20 Pekerja

PASUNDANEKSPRES.ID - Program ketahanan pangan Desa Sagalaherang Kidul, Kecamatan Sagalaherang, menyerap 20 pekerja melalui pengelolaan BUMDes di lahan pertanian seluas 20 ribu meter yang kini menjadi sentra budidaya sayuran dan tengah memasuki masa panen.
Kepala Desa Sagalaherang Kidul, Endang Setiawan, mengatakan program ini merupakan implementasi arahan Kementerian Desa yang mewajibkan alokasi 20 persen Dana Desa untuk ketahanan pangan.
“Desa diwajibkan menganggarkan minimal 20 persen untuk ketahanan pangan. BUMDes mengajukan proposal dan kami langsung mengalokasikannya sesuai aturan,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Sabtu (29/11/2025).
Setiap desa memiliki fokus berbeda. Ada yang memilih peternakan dan perikanan, sementara Sagalaherang Kidul memilih pertanian sayuran karena paling sesuai dengan kondisi wilayah. Hingga kini, tiga komoditas telah ditanam: timun, tomat, dan cabe keriting.
Endang menyebut hasil tanaman cabe keriting cukup memuaskan, dengan sekitar 75 persen kondisi tanaman dinilai bagus. Meski begitu, warga sempat menghadapi gangguan hama tanah yang menyebabkan tanaman “mati layu”.
“Ternyata tunas cabe dimakan hama tanah atau ‘puuk’. Alhamdulillah sudah diantisipasi, mudah-mudahan tidak merusak keseluruhan,” jelasnya.
Dari total anggaran ketahanan pangan Rp217 juta, pencairan dilakukan bertahap untuk menjaga efektivitas pengeluaran.
“Tidak diambil sekaligus. Termin pertama sekitar 50 persen, dicairkan sesuai kebutuhan, mulai dari pengolahan tanah, pupuk, bambu, hingga tenaga kerja,” kata Endang.
Program ini bukan hanya meningkatkan produksi sayuran, tetapi juga membuka lapangan kerja. Pada tahap awal, proyek melibatkan 20 warga. Menjelang panen, tenaga kerja aktif berada pada kisaran 7–8 orang per hari.
“Alhamdulillah ada pemberdayaan masyarakat setiap hari. Minimal warga terdekat bisa bekerja,” ucapnya.
Selain upah harian, warga berpeluang mendapat tambahan penghasilan jika hasil panen melimpah.
Program ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan Dana Desa yang efektif dan langsung dirasakan masyarakat. BUMDes berperan sebagai penggerak ekonomi sekaligus wadah pemberdayaan warga.
Endang menegaskan pemerintah desa akan terus melakukan evaluasi dan penguatan kapasitas agar program ini berkelanjutan.
“Ini program jangka panjang yang insyaallah bermanfaat bagi masyarakat Sagalaherang Kidul,” tutupnya.(hdi/ded)
