Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Flyover Pamanukan Subang Masih Rusak Parah! Pengendara Protes, Polisi Tambal Sementara dengan Kerikil!

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|17:54 WIB
Bagikan:
Flyover Pamanukan Subang Masih Rusak Parah! Pengendara Protes, Polisi Tambal Sementara dengan Kerikil!
Flyover Pamanukan Subang Masih Rusak Parah! Pengendara Protes, Polisi Tambal Sementara dengan Kerikil!

PASUNDAN EKSPRES.ID - Kondisi Flyover Pamanukan di jalur Pantura Subang semakin menjadi perhatian warga dan pengendara setelah potret kerusakan parah kembali beredar luas di media sosial. Lubang besar yang menganga, retak melintang, serta aspal yang hancur membuat flyover ini terasa seperti "jebakan maut" bagi pengguna jalan, terutama truk kontainer dan sepeda motor yang melintas setiap hari.

Akun Instagram @subang.info mengunggah update kondisi terkini pada Rabu (18/2/2026), menunjukkan bahwa perbaikan sementara yang dilakukan hanya berupa penambalan dengan kerikil dan aspal tipis. "Ditambal sulam pakai aspal, tapi seminggu hancur lagi," keluh Rahmat Purwanto, warga Pamanukan, dalam kutipan yang disertakan di postingan. Dadang Gunawan, pengendara asal Cikampek, menambahkan bahwa waktu tempuh dari Jomin hingga Pamanukan menjadi dua kali lipat karena harus zig-zag menghindari lubang.

Menurut warga, kerusakan ini sudah berlangsung sejak akhir 2025 dan semakin memburuk pasca hujan deras. Flyover Pamanukan, sebagai jalur vital Pantura yang menghubungkan Jakarta ke Jawa Tengah-Timur, kini menjadi titik rawan kecelakaan. Banyak pengendara motor mengaku deg-degan setiap melintas, terutama di malam hari atau saat hujan, karena lubang bisa tak terlihat dan langsung membuat kendaraan oleng.

Polres Subang telah mengirim surat ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) sejak 29 Januari 2026, meminta perbaikan segera. Beberapa titik seperti Jembatan Batangsari dan Cipangaritan mulai diperbaiki, namun flyover Pamanukan masih belum tersentuh secara signifikan. Sebagai langkah darurat, petugas lalu lintas hanya menambal lubang dengan kerikil seadanya, yang dinilai warga tidak efektif dan cepat rusak lagi.

Dengan memasuki Ramadan 1447 H, mobilitas kendaraan diprediksi melonjak tajam, terutama sore hari menjelang berbuka puasa dan aktivitas ngabuburit. Kondisi ini berpotensi memperburuk kemacetan dan risiko kecelakaan di jalur nasional yang sudah padat. Warga mendesak Kementerian PUPR dan Pemprov Jawa Barat untuk segera melakukan rekonstruksi permanen, bukan sekadar tambal sulam, sebelum arus mudik lebaran semakin memperparah situasi.

Netizen di kolom komentar @subang.info pun ramai menyuarakan kekecewaan: “Jangan tunggu ada korban dulu baru diperbaiki” dan “Ini jalur nasional, kok dibiarkan rusak begini?”. Hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal resmi perbaikan flyover dari BBPJN atau Dishub Subang.

Pengendara diimbau ekstra waspada, kurangi kecepatan, dan hindari lajur rusak jika memungkinkan. Pantau terus informasi resmi dari PUPR atau Polres Subang untuk update perbaikan.

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional3 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta3 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang3 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang4 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga4 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional5 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle5 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang5 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle5 jam lalu