Flyover Pamanukan Subang Masih Rusak Parah! Pengendara Protes, Polisi Tambal Sementara dengan Kerikil!

PASUNDAN EKSPRES.ID - Kondisi Flyover Pamanukan di jalur Pantura Subang semakin menjadi perhatian warga dan pengendara setelah potret kerusakan parah kembali beredar luas di media sosial. Lubang besar yang menganga, retak melintang, serta aspal yang hancur membuat flyover ini terasa seperti "jebakan maut" bagi pengguna jalan, terutama truk kontainer dan sepeda motor yang melintas setiap hari.
Akun Instagram @subang.info mengunggah update kondisi terkini pada Rabu (18/2/2026), menunjukkan bahwa perbaikan sementara yang dilakukan hanya berupa penambalan dengan kerikil dan aspal tipis. "Ditambal sulam pakai aspal, tapi seminggu hancur lagi," keluh Rahmat Purwanto, warga Pamanukan, dalam kutipan yang disertakan di postingan. Dadang Gunawan, pengendara asal Cikampek, menambahkan bahwa waktu tempuh dari Jomin hingga Pamanukan menjadi dua kali lipat karena harus zig-zag menghindari lubang.
Menurut warga, kerusakan ini sudah berlangsung sejak akhir 2025 dan semakin memburuk pasca hujan deras. Flyover Pamanukan, sebagai jalur vital Pantura yang menghubungkan Jakarta ke Jawa Tengah-Timur, kini menjadi titik rawan kecelakaan. Banyak pengendara motor mengaku deg-degan setiap melintas, terutama di malam hari atau saat hujan, karena lubang bisa tak terlihat dan langsung membuat kendaraan oleng.
Polres Subang telah mengirim surat ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) sejak 29 Januari 2026, meminta perbaikan segera. Beberapa titik seperti Jembatan Batangsari dan Cipangaritan mulai diperbaiki, namun flyover Pamanukan masih belum tersentuh secara signifikan. Sebagai langkah darurat, petugas lalu lintas hanya menambal lubang dengan kerikil seadanya, yang dinilai warga tidak efektif dan cepat rusak lagi.
Dengan memasuki Ramadan 1447 H, mobilitas kendaraan diprediksi melonjak tajam, terutama sore hari menjelang berbuka puasa dan aktivitas ngabuburit. Kondisi ini berpotensi memperburuk kemacetan dan risiko kecelakaan di jalur nasional yang sudah padat. Warga mendesak Kementerian PUPR dan Pemprov Jawa Barat untuk segera melakukan rekonstruksi permanen, bukan sekadar tambal sulam, sebelum arus mudik lebaran semakin memperparah situasi.
Netizen di kolom komentar @subang.info pun ramai menyuarakan kekecewaan: “Jangan tunggu ada korban dulu baru diperbaiki” dan “Ini jalur nasional, kok dibiarkan rusak begini?”. Hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal resmi perbaikan flyover dari BBPJN atau Dishub Subang.
Pengendara diimbau ekstra waspada, kurangi kecepatan, dan hindari lajur rusak jika memungkinkan. Pantau terus informasi resmi dari PUPR atau Polres Subang untuk update perbaikan.
