Gembleng 675 Mahasiswa Baru di Dodik Lembang, POLSUB Bentuk Karakter Disiplin dan Siap Hadapi Dunia Industri

PASUNDANEKSPRES.ID - Politeknik Negeri Subang (POLSUB) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk lulusan vokasi yang unggul melalui pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026.
Sebanyak 675 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, Bandung Barat, selama tiga hari mulai Senin (3/8/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis POLSUB dalam membangun fondasi kedisiplinan, ketahanan mental, dan karakter mahasiswa sejak awal memasuki dunia pendidikan tinggi. Sebagai institusi vokasi, POLSUB menilai pembentukan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan kompetensi akademik dan keterampilan kerja.
Para Mahasiswa Baru Dari 10 Program Studi Diberangkatkan
Para mahasiswa baru dari 10 program studi diberangkatkan secara bertahap dari Kampus POLSUB di Cibogo menuju Dodik Bela Negara. Setibanya di lokasi, mereka langsung mengikuti Apel Pembukaan yang dipimpin Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan POLSUB, Wiwik Endah Rahayu, sebagai simbol dimulainya proses transisi dari siswa menjadi insan akademik vokasi.
Dalam amanatnya, Wiwik Endah Rahayu menegaskan bahwa pemilihan Dodik Bela Negara sebagai lokasi PKKMB bukan tanpa alasan. Menurutnya, lingkungan tersebut mampu membentuk karakter disiplin yang selaras dengan kebutuhan pendidikan vokasi dan dunia industri.
"Dunia vokasi menuntut kedisiplinan tinggi dan kemampuan beradaptasi yang cepat. Mahasiswa tidak cukup hanya cerdas secara akademik atau menguasai keterampilan teknis, tetapi juga harus memiliki karakter yang tangguh, berintegritas, serta etos kerja yang kuat," ujarnya.
Ia menambahkan, mental pantang menyerah dan kedisiplinan yang diperoleh dari para pelatih di Dodik Bela Negara akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi padatnya aktivitas perkuliahan, praktik laboratorium, hingga tantangan saat memasuki dunia kerja.
Senada dengan itu, Ketua Panitia PKKMB POLSUB 2026, Dwi Vernanda, mengatakan bahwa keterlibatan instruktur Dodik Bela Negara merupakan bagian dari upaya kampus membangun karakter mahasiswa yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
"Kami menyerahkan mahasiswa baru kepada Dodik Bela Negara agar karakter dan kedisiplinan mereka terbentuk dengan baik. Harapannya, ketika memasuki perkuliahan, kedisiplinan tersebut tumbuh menjadi integritas akademik yang kuat. Lulusan yang siap kerja adalah mereka yang sudah terbiasa disiplin sejak berada di bangku kuliah," jelasnya.
Pada hari pertama, peserta PKKMB mendapatkan pembinaan karakter melalui latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, penguatan nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, serta materi tentang pencegahan radikalisme. Mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai antikorupsi seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan sebagai bekal membangun etika akademik yang baik.
Selain itu, peserta didorong untuk mengembangkan sikap mandiri, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan mengambil keputusan yang tepat sebagai modal menghadapi dinamika kehidupan kampus maupun dunia kerja.
Memasuki hari kedua dan ketiga, materi PKKMB akan difokuskan pada pengenalan sistem pendidikan tinggi vokasi, kurikulum program studi, peraturan akademik, budaya kehidupan kampus, hingga penguatan literasi digital.
Mahasiswa juga akan memperoleh pembekalan mengenai etika bermedia digital, rekam jejak digital, serta pemahaman Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) agar mampu menjadi sivitas akademika yang bertanggung jawab di era digital.
Sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman, seluruh mahasiswa baru juga akan menerima materi mengenai pencegahan kekerasan seksual dan perundungan, serta menandatangani komitmen antikekerasan. "Melalui rangkaian PKKMB ini, POLSUB berharap mampu melahirkan lulusan vokasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, dan kesiapan bersaing di dunia industri maupun tingkat global," pungkasnya.(znl/ysp)
