Jalan Provinsi di Pamanukan Dipenuhi Tanah Proyek Tol, Lalu Lintas Terganggu

PASUNDANEKSPRES.ID - Jalan Provinsi di Pamanukan saat ini mengalami kondisi yang kurang nyaman dilalui setelah sebagain permukaan aspal tertutup tanah merah.
Tanah tersebut berubah menjadi lumpur ketika hujan turun, membuat ruas jalan menjadi licin dan sulit dilalui secara normal.
Mengutip dari video Reels akun @subang.info, jalur yang setiap hari digunakan masyarakat untuk bekerja dan beraktivitas itu tampak kotor, terutama di titik yang berdekatan dengan area pembangunan jalan tol.
Tanah yang menumpuk di badan Jalan Provinsi di Pamanukan diduga terbawa keluar oleh kendaraan proyek yang keluar masuk area pembangunan. Sisa tanah dari roda kendaraan kemudian tersebar di sepanjang jalan.
Saat hujan turun, tanah bercampur air dan membentuk lapisan lumpur yang menutup permukaan aspal.
Pengendara sepeda motor terlihat harus mengurangi kecepatan untuk menjaga keseimbangan, sementara kendaraan roda empat bergerak perlahan agar tidak tergelincir.
Genangan air bercampur lumpur juga menutup beberapa bagian jalan, sehingga permukaan aspal tidak terlihat jelas.
Kondisi ini membuat pengendara harus lebih waspada, terutama pada pagi hari dan setelah hujan. Sebagian pengendara memilih melintas di bagian jalan yang terlihat lebih kering untuk menghindari risiko tergelincir.
Masalah tidak berhenti saat cuaca kembali cerah. Lumpur yang mengering berubah menjadi debu halus yang beterbangan ketika kendaraan melintas.
Debu tersebut menyebar ke area sekitar jalan, termasuk ke rumah warga dan bangunan di tepi jalan. Situasi ini mengganggu kenyamanan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar Jalan Provinsi di Pamanukan.
Jalan provinsi tersebut merupakan salah satu jalur penghubung penting di wilayah Pamanukan dan sekitarnya. Setiap hari, jalur ini dilalui kendaraan pribadi, angkutan barang, dan kendaraan umum.
Kondisi jalan yang tertutup lumpur dan debu membuat perjalanan menjadi lebih lambat dan membutuhkan kehati-hatian ekstra dari pengguna jalan.
Warga sekitar berharap ada langkah pembersihan agar tanah yang menumpuk tidak terus bertambah. Pembersihan rutin dinilai penting untuk menjaga kondisi jalan tetap aman dilalui.
Hingga saat ini, Jalan Provinsi di Pamanukan masih digunakan sebagai jalur utama masyarakat, sehingga kondisi permukaan jalan yang bersih dan layak menjadi kebutuhan penting bagi kelancaran aktivitas sehari-hari.
(pm)
