Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kaleidoskop Subang 2025: Soal Penutupan Tambang di Subang Selatan

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:25 WIB
Bagikan:
Kaleidoskop Subang 2025: Soal Penutupan Tambang di Subang Selatan
Kaleidoskop Subang 2025: Penutupan Tambang di Subang Selatan oleh Polisi

PASUNDANEKSPRES.ID - Penutupan aktivitas tambang di Subang menimbulkan dampak signifikan bagi buruh tampol dan buruh muat. Ratusan pekerja yang selama ini menggantungkan penghidupan dari sektor pertambangan kini harus kehilangan pekerjaan dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dalam kondisi tersebut, para buruh menyampaikan keluhannya kepada Kang Dedi Mulyadi, dengan harapan mendapat bantuan serta solusi agar mereka dapat kembali memperoleh pekerjaan.

Heri, salah seorang buruh tampol, mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya sangat berharap ada jalan keluar atas situasi yang mereka alami, mengingat saat ini mereka tidak memiliki penghasilan dan kesulitan mencukupi kebutuhan dasar.

Ia menjelaskan bahwa penutupan tambang berdampak langsung pada para pekerja serabutan yang kehilangan sumber pendapatan. Selama ini, keahlian dan pengalaman mereka hanya berkaitan dengan pekerjaan di sektor tambang, sehingga mereka kebingungan mencari alternatif pekerjaan lain.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Sumarna, seorang buruh muat yang turut terdampak. Ia menegaskan bahwa para buruh tidak memahami persoalan legalitas tambang. Bagi mereka, bekerja di tambang semata-mata dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

"Kami tidak tahu itu tambang legal atau ilegalnya, karena kami di sini hanya bekerja untuk cari nafkah sehari-hari. Sudah beberapa minggu setelah penutupan tambang ini, kami bingung dan minta solusinya biar keluarga-keluarga kami tetap bisa makan," kata Sumarna.

Jujun, salah satu buruh lainnya, menambahkan bahwa selama ini pekerjaan sebagai buruh tampol dan buruh muat menjadi satu-satunya mata pencaharian mereka. Jika tambang tetap ditutup tanpa ada solusi dari pemerintah, maka mereka tidak tahu harus bekerja apa.

"Kami ini hanya pekerja, bukan pemilik tambang. Kami bekerja dari pagi sampai sore dengan tenaga untuk mengangkat pasir dan material lainnya. Sekarang tambang ditutup, kami tidak bisa bekerja, lalu bagaimana dengan keluarga kami?" ujar Jujun.

Para buruh menaruh harapan kepada Kang Dedi Mulyadi, selaku Gubernur Jawa Barat terpilih, agar dapat memberikan jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi.

Mereka tidak mengajukan tuntutan berlebihan, melainkan hanya ingin tetap memiliki pekerjaan dan penghasilan demi mencukupi kebutuhan keluarga.

Penutupan tambang di wilayah Subang Selatan bukan hanya dirasakan dampaknya oleh para pekerja, tetapi juga berpengaruh terhadap roda perekonomian masyarakat sekitar.

Sejumlah warung makan, toko kelontong, hingga jasa transportasi yang selama ini bergantung pada aktivitas tambang kini turut mengalami penurunan pendapatan.

Salah seorang pemilik warung di sekitar area tambang yang dihentikan operasionalnya mengungkapkan bahwa omzet usahanya merosot tajam.

"Biasanya setiap hari banyak buruh yang makan dan beli minuman di sini. Tapi sejak tambang tutup, warung saya jadi sepi, karena mereka tidak punya uang untuk jajan," katanya.

Selain itu, para pelaku jasa transportasi, seperti pengemudi ojek, turut merasakan dampak penurunan penghasilan. Sebelumnya, mereka kerap mengantar para buruh menuju area tambang atau membantu mengangkut hasil tambang ke berbagai tujuan. Namun, sejak kegiatan pertambangan dihentikan, sumber pendapatan mereka pun ikut merosot.

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline9 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat10 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta11 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle11 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang11 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta12 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta12 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang12 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang12 jam lalu