Kepala Desa Pangsor: Berkarya untuk Desa Tercinta

SUBANG - Kepala Desa Pangsor, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Nunung Toyibah, menegaskan, semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini masih sangat relevan bagi perempuan Indonesia saat ini, terutama dalam mendorong kesetaraan dan peran aktif di berbagai bidang.
Kepala Desa Pangsor
Nunung Toyibah terinspirasi dari semangat emansipasi yang diperjuangkan Kartini melalui kumpulan suratnya yang dikenal dengan Habis Gelap Terbitlah Terang.
Menurut Nunung, peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting bagi perempuan untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan, tanpa meninggalkan peran dan tanggung jawabnya di tengah masyarakat.
“Hari Kartini sangat menginspirasi. Saat ini perempuan sudah banyak yang mengikuti jejak beliau untuk maju dan berkarya,” ujarnya.
Ia menilai, perempuan kini memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik dalam bidang pemerintahan, sosial, maupun ekonomi, sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.
“Untuk semua perempuan, tetaplah semangat demi kemajuan bangsa Indonesia,” tambahnya.
Nunung yang menjabat sejak 2019 itu juga menekankan bahwa perempuan harus mampu membuktikan diri melalui karya nyata, termasuk dalam membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, Desa Pangsor mengalami berbagai kemajuan signifikan. Pembangunan infrastruktur jalan lingkungan desa telah mencapai sekitar 90 persen. Selain itu, peningkatan jalan kabupaten sepanjang lebih dari satu kilometer berhasil direalisasikan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
Penataan kantor desa pun mengalami perubahan signifikan. Fasilitas pelayanan publik kini lebih tertata, mulai dari ruang pelayanan, ruang kepala desa, ruang sekretaris desa, hingga aula pertemuan yang terintegrasi dengan baik.
Nunung juga aktif mendorong pemberdayaan perempuan melalui berbagai program penyuluhan dan peningkatan kapasitas masyarakat desa.
“Saya berpesan kepada para perempuan untuk terus semangat dan pantang mundur dalam membangun bangsa,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan prinsip kepemimpinannya, yakni bekerja dengan bukti nyata, bukan sekadar janji.
“Bekerja itu harus nyata, bukan banyak bicara. Perempuan harus tetap kuat, menjalani hidup dengan semangat, dan terus berkarya,” pungkasnya.(adv/dan/ysp)
