Kodim 0605/Subang Siagakan Seluruh Babinsa Hadapi Ancaman El Nino

PASUNDANEKSPRES.ID - TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0605/Subang mengerahkan seluruh Babinsa dan Danramil untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan mendampingi petani di Kabupaten Subang. Hal itu sebagai antisipasi ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional sekaligus memastikan sektor pertanian tetap produktif meski menghadapi potensi penurunan curah hujan.
Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol Czi Asep Saepudin, menegaskan bahwa seluruh personel kewilayahan telah disiagakan untuk membantu masyarakat, khususnya para petani, menghadapi kemungkinan dampak kemarau ekstrem.
"Kami siap berada di tengah masyarakat untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan. Babinsa dan Danramil akan menjadi koordinator di lapangan dalam menghadapi potensi kemarau panjang ini," ucap Dandim kepada Pasundan Ekspres, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, Babinsa tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan teritorial, tetapi juga akan berperan aktif dalam mengidentifikasi persoalan yang dihadapi petani, termasuk kekurangan pasokan air untuk lahan pertanian.
Meminimalkan Dampak El Nino
Kodim 0605/Subang telah menyiapkan berbagai langkah konkret guna meminimalkan dampak El Nino terhadap produktivitas pertanian. Salah satunya dengan membantu pengaliran air irigasi menuju areal persawahan yang mengalami kekurangan air serta menyiapkan program pompanisasi.
"Kami akan membantu mulai dari mengalirkan air irigasi ke sawah hingga pengadaan pompanisasi. Semua dilakukan agar lahan pertanian tetap produktif meskipun curah hujan menurun," jelasnya.
Dandim mengungkapkan, usulan bantuan pompanisasi juga telah diajukan kepada Markas Besar TNI Angkatan Darat sebagai bagian dari dukungan TNI terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
"Program pompanisasi sudah kami usulkan ke Mabes TNI AD. Ini merupakan salah satu solusi agar petani tetap bisa bercocok tanam meskipun musim kemarau datang lebih awal," katanya.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam sektor pertanian merupakan implementasi dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Selain menyiapkan sarana pendukung, Kodim 0605/Subang juga mengimbau para petani agar segera melaporkan kepada Babinsa apabila mulai terjadi penurunan debit air di saluran irigasi maupun sumber air lainnya.
Menurut Dandim, laporan sejak dini sangat penting agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kekeringan berdampak pada tanaman.
"Bagi para petani yang melihat debit air mulai surut, segera laporkan kepada Babinsa di wilayah masing-masing. Kami akan bergerak cepat memberikan solusi sesuai arahan komando atas," tegasnya.
Kabupaten Subang merupakan salah satu lumbung padi nasional yang memiliki ribuan hektare lahan pertanian produktif. Karena itu, kesiapsiagaan menghadapi ancaman El Nino menjadi sangat penting agar target produksi pangan tetap terjaga dan petani terhindar dari risiko gagal panen.(hdi/sep)
