Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Korupsi Mafia Tanah di Desa Cibogo Kian Terkuak, Apa Langkah Berikutnya?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|15:45 WIB
Bagikan:
Korupsi Mafia Tanah di Desa Cibogo Kian Terkuak, Apa Langkah Berikutnya?
Ilustrasi pengembangan kasus korupsi mafia tanah di Desa Cibogo.

PASUNDANEKSPRES.ID - Penanganan kasus dugaan korupsi praktik mafia tanah di Desa Cibogo, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, memasuki fase krusial. Kejaksaan Negeri Subang memastikan proses penyidikan terus berjalan dengan fokus utama pada penguatan berkas perkara sebelum dilimpahkan ke meja hijau.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Subang, Bayu, menjelaskan bahwa saat ini tim penyidik tengah mematangkan konstruksi hukum melalui pengumpulan alat bukti tambahan. Langkah tersebut dinilai penting agar perkara memiliki dasar yang kuat saat memasuki tahap penuntutan.

“Masih tahap persiapan pemberkasan. Penyidik terus mengumpulkan alat bukti, termasuk melalui penggeledahan di sejumlah lokasi,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Sebelumnya, pada Selasa, 24 Februari 2026, tim penyidik melakukan penggeledahan di kantor desa, kantor kecamatan, hingga rumah pribadi para tersangka. Penggeledahan itu berkaitan dengan dugaan korupsi dalam praktik mafia tanah pada proyek investasi PT VinFast Automobile Indonesia di Kabupaten Subang.

Dari hasil penggeledahan, penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang dianggap relevan untuk membuktikan adanya penyimpangan dalam penjualan tanah negara. Dokumen-dokumen tersebut kini tengah ditelaah untuk memperkuat pembuktian unsur tindak pidana korupsi.

Meski telah menetapkan tersangka, Kejari Subang belum melakukan penyitaan aset. Penyidik, kata Bayu, masih mengedepankan upaya pengembalian kerugian negara dari para tersangka. Jika upaya tersebut tidak membuahkan hasil, langkah hukum lanjutan termasuk penyitaan akan ditempuh sesuai ketentuan.

“Untuk aset belum ada yang disita. Kami masih mengupayakan pengembalian kerugian negara dari para tersangka. Jika tidak ada, tentu akan kami lakukan langkah hukum lanjutan,” tegasnya.

Dalam proses penyidikan, tim juga terus memeriksa saksi, tersangka, serta menghadirkan keterangan ahli guna melengkapi berkas perkara. Komitmen penegakan hukum ditegaskan agar kasus ini dapat segera dilimpahkan ke pengadilan dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Kejari Subang, Noordien Kusumanegara, mengumumkan penetapan lima tersangka pada 12 Februari 2026. Penetapan itu dilakukan setelah penyidik mengantongi minimal dua alat bukti yang sah hasil pemeriksaan sedikitnya 70 saksi dan tiga ahli.

Kelima tersangka berasal dari unsur pemerintahan desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang diduga terlibat dalam praktik penjualan tanah negara untuk kepentingan investasi pada 2025 lalu.

Berita Terbaru

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Nasional50 menit lalu
Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Nasional1 jam lalu
Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Nasional1 jam lalu
Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Olahraga2 jam lalu
ADVERTISEMENT
209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

Nasional2 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Subang3 jam lalu
Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Nasional3 jam lalu
Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Nasional3 jam lalu
Angin Puting Beliung Terjang Padalarang KBB, Sejumlah Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang

Angin Puting Beliung Terjang Padalarang KBB, Sejumlah Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang

Jawa Barat3 jam lalu
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Ini Kata PN Jakpus

Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Ini Kata PN Jakpus

Nasional3 jam lalu