Kronologi Dua Buruh Tani di Subang Tewas Tersambar Petir saat Panen Padi

PASUNDANEKSPRES.ID - Dua buruh tani di Subang tewas tersambar petir saat sedang memanen padi di area persawahan Bojongjaya, Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi saat rombngan pekrja tengah beraktivitas di tengah sawah sebelum cuaca berubah menjadi hujan dan disertai petir.
Kedua korban diketahui bernama Carwita (39), warga Dusun Karangtempel, Desa Cigugur Kaler, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, dan Wastim (43), warga Dusun Karangtengah, desa yang sama.
Peristiwa buruh tani di Subang tewas ini terjadi saat sekitar 19 orang pekerja sedang memanen padi. Cuaca yang semula cerah tiba-tiba berubah mendung hingga hujan turun deras, membuat aktivitas panen dihentikan sementara.
Kronologi Buruh Tani di Subang Tewas Tersambar Petir
Kapolsek Pusakanagara, Kompol Jusdijachlan, menjelaskan, para buruh tani sempat berteduh di saung saat hujan mulai turun.
Namun karena hujan tidak kunjung reda, rombongan memutuskan untuk menghentikan pekerjaan dan bersiap pulang.
“Saat itu rombongan kuli pemanen padi berjumlah 19 orang sedang memotong atau memanen padi. Namun nahas saat sedang memotong (mengarit padi) tiba-tiba cuaca mendung dan hujan turun, para buruh tani tersebut kemudian menghentikan aktivitasnya dan memilih berteduh di saung,” ujarnya.
Menurutnya, kejadian buruh tani di Subang tewas bermula ketika para pekerja mulai meninggalkan lokasi sawah.
“Namun nahas saat hendak pulang menggambil motor, tiba-tiba petir datang dan menyambar dua buruh tani tersebut, hingga keduanya tewas,” kata Jusdijachlan.
Ia menambahkan, Wastim saat itu kembali ke saung untuk mengambil sandal yang tertinggal. Pada saat bersamaan, sambaran petir terjadi di lokasi tersebut.
“Kedua korban ini sebenarnya sudah keluar dari pesawahan. Namun Wastim harus balik lagi ke sawah karena sendalnya ketinggalan di saung dan saat ngambil sandal tersebut Wastim tersambar petir,” jelasnya.
Sementara Carwita diketahui sudah berada di atas sepeda motor di area tanggul sawah ketika peristiwa terjadi.
Kedua korban segera dievakuasi oleh rekan-rekan sesama buruh tani menggunakan sarung dan ditandu menuju rumah masing-masing. Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong di tengah kondisi hujan yang masih berlangsung.
Dari hasil pemeriksaan awal, kedua korban mengalami luka bakar di bagian kepala dan wajah akibat sambaran petir.
(pm)
