Kurikulum Cinta Diperkuat, Pengawas PAI di Subang Diminta Aktif, Pembinaan Bukan Sekadar Administratif

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Subang, H. Mohammad Sopiadi, S.Ag., M.AP., mendorong pengawas PAI untuk lebih aktif dalam membina guru, sekaligus memastikan validitas data guru di wilayah binaannya.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan guru PAI tingkat TK yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan, fungsi pengawas tidak hanya sebatas administratif, tetapi juga harus menyentuh aspek substantif, termasuk memastikan keaktifan guru PAI yang tercatat.
“Pengawas harus mengetahui secara rinci kondisi guru binaannya. Tidak boleh ada guru yang sudah tidak aktif tetapi masih tercatat tanpa sepengetahuan pengawas,” ujarnya.
Menurutnya, sejak 2023 sistem penetapan binaan telah berbasis nama (by name), bukan lagi wilayah. Dengan sistem ini, pengawas diharapkan lebih mudah memantau aktivitas dan kinerja guru secara akurat.
Selain itu, pengawas juga diminta untuk mengoptimalkan implementasi kurikulum cinta dalam pembelajaran PAI, meskipun sekolah saat ini menerapkan Kurikulum Merdeka.
“Guru PAI tetap dalam pembinaan Kementerian Agama, sehingga nilai-nilai kurikulum cinta harus terintegrasi dalam proses belajar mengajar,” jelasnya.
Ia menerangkan, kurikulum cinta mencakup nilai kecintaan kepada Allah SWT, kepedulian terhadap sesama, kecintaan pada ilmu, lingkungan, serta rasa cinta terhadap NKRI.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, telah mulai diterapkan di sekolah, khususnya jenjang TK melalui kegiatan sederhana seperti berbagi, saling menyapa, dan aktivitas sosial lainnya.
Di sisi lain, Sopiadi juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pembinaan dan pembelajaran.
“Platform seperti Zoom Meeting dan Google Meet sangat efektif untuk mendukung pembinaan. Kegiatan juga harus mengacu pada program kerja yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan pembinaan minimal dilakukan lima kali dalam satu semester, dengan materi yang dapat disesuaikan kebutuhan meski tidak selalu berbeda.
Di akhir arahannya, ia mengungkapkan masih terdapat kekurangan guru PAI di sejumlah TK di Kabupaten Subang. Saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan sebagai dasar rekomendasi penataan distribusi guru.
“Hasil pemetaan ini akan kami rekomendasikan ke Dinas Pendidikan agar kebutuhan guru di tiap wilayah bisa terpenuhi,” pungkasnya.(znl/ded)
