Libur Lebaran, Jalur Wisata Subang Selatan Padat

PASUNDANEKSPRES.ID - Arus lalu lintas di wilayah Subang Selatan, khususnya jalur wisata, terpantau ramai dipadati kendaraan pada Selasa (24/3/2026).
Kepadatan didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk berwisata maupun bersilaturahmi ke rumah kerabat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak pagi hingga siang hari arus kendaraan terus mengalir. Jalur menuju sejumlah destinasi wisata di kawasan Subang Selatan tampak dipenuhi pengendara sepeda motor, sebagian besar berboncengan bersama pasangan maupun keluarga.
Tidak sedikit pula pengendara roda dua yang membawa anak-anak. Kondisi ini menjadi pemandangan umum setiap musim liburan, terutama saat Lebaran.
Selain sepeda motor, kendaraan roda empat juga mendominasi arus lalu lintas. Mobil pribadi hingga kendaraan jenis pick up terbuka terlihat melintas dengan membawa rombongan keluarga besar.
Beberapa kendaraan pick up bahkan tampak mengangkut penumpang di bagian belakang terbuka. Meski mencerminkan kebersamaan, kondisi tersebut tetap memerlukan perhatian dari sisi keselamatan berkendara.
Kepadatan arus lalu lintas ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di wilayah Subang Selatan selama masa liburan. Meski terpantau ramai, arus kendaraan secara umum masih bergerak lancar, meski terjadi perlambatan di beberapa titik.
Pengendara diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Sementara itu, tugu perbatasan antara Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang di kawasan Lembang menjadi salah satu titik favorit pemudik untuk beristirahat.
Lokasinya yang berada di jalur utama dengan suasana sejuk pegunungan membuat kawasan ini ramai disinggahi. Banyak pemudik memanfaatkan area sekitar tugu untuk melepas lelah setelah perjalanan jauh.
Sejumlah pengendara terlihat berhenti di pinggir jalan, duduk santai, hingga menikmati bekal bersama keluarga. Selain itu, desain tugu yang unik dengan konsep arsitektur khas Bali juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk berfoto.
Salah satu pemudik, Siti (29), mengaku sengaja berhenti di lokasi tersebut saat perjalanan menuju kampung halamannya di wilayah Pantura.
“Biasanya kalau lewat sini cuma lewat saja, tapi sekarang sengaja berhenti. Lumayan buat makan bekal dan anak-anak juga senang bisa foto di sini,” katanya kepada Pasundan Ekspres.
Keberadaan tugu perbatasan ini tidak hanya sebagai penanda wilayah administratif, tetapi juga berkembang menjadi ikon visual yang menarik.
Meski demikian, kepadatan kendaraan di sekitar lokasi tetap menjadi perhatian. Pengendara diimbau untuk berhati-hati dan tidak berhenti sembarangan demi menjaga keselamatan bersama.(hdi/znl/ded)
