Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Makam Keramat Gunung Sunda Subang: Sejarah, Lokasi, Daya Tarik, dan Tips Berziarah

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|20:00 WIB
Bagikan:
Makam Keramat Gunung Sunda Subang: Sejarah, Lokasi, Daya Tarik, dan Tips Berziarah
Makam Keramat Gunung Sunda Subang merupakan salah satu destinasi wisata religi sekaligus situs bersejarah yang berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

PASUNDANEKSPRES.ID - Makam Keramat Gunung Sunda Subang merupakan salah satu destinasi wisata religi sekaligus situs bersejarah yang berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Tempat ini dikenal sebagai lokasi ziarah yang memiliki nilai spiritual tinggi serta menyimpan berbagai cerita sejarah yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Selain menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah, Makam Keramat Gunung Sunda Subang juga menawarkan suasana pegunungan yang sejuk, asri, dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Tidak heran jika kawasan ini menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berziarah sekaligus menikmati keindahan alam.

Sejarah Makam Keramat Gunung Sunda Subang

Sejarah Makam Keramat Gunung Sunda Subang erat kaitannya dengan tradisi lisan masyarakat Sunda. Gunung Sunda yang berada di Desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang dipercaya sebagai kawasan yang memiliki nilai spiritual sejak zaman dahulu. Secara geografis, gunung ini juga menjadi batas alami antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, kawasan ini pernah menjadi tempat bertafakur dan memperdalam ilmu agama oleh tokoh spiritual yang dikenal sebagai Eyang H. Prabu Darma Kusuma Langlang Buana.

Oleh karena itu, hingga kini banyak masyarakat yang datang untuk berziarah dan mendoakan para leluhur yang dimakamkan di kawasan tersebut.

Namun demikian, sebagian besar kisah mengenai situs ini berasal dari tradisi lisan masyarakat dan belum seluruhnya didukung oleh bukti sejarah tertulis yang lengkap.

Lokasi Makam Keramat Gunung Sunda Subang

Makam Keramat Gunung Sunda Subang berada di kawasan Gunung Sunda, tepatnya di Desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Untuk mencapai lokasi makam, pengunjung harus melakukan perjalanan trekking melewati jalur pegunungan. Salah satu jalur yang umum digunakan adalah melalui kawasan Curug Cijalu dengan waktu tempuh sekitar 2–3 jam, tergantung kondisi fisik dan cuaca.

Daya Tarik Makam Keramat Gunung Sunda Subang

1. Wisata Religi yang Sarat Makna

Banyak peziarah datang ke Makam Keramat Gunung Sunda Subang untuk mendoakan para leluhur sekaligus memperdalam nilai-nilai spiritual. Tradisi ziarah dilakukan dengan tetap mengedepankan doa kepada Allah SWT serta mengenang jasa para pendahulu.

2. Pemandangan Alam yang Masih Asri

Perjalanan menuju makam akan disuguhi panorama hutan yang hijau, udara pegunungan yang sejuk, serta suasana yang tenang. Bagi pecinta alam, perjalanan menuju lokasi menjadi pengalaman tersendiri.

3. Memiliki Nilai Sejarah dan Budaya

Selain sebagai tempat ziarah, Makam Keramat Gunung Sunda Subang juga menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Sunda. Cerita-cerita mengenai tokoh leluhur dan perjalanan sejarah kawasan ini masih dijaga oleh masyarakat sekitar sebagai bagian dari identitas budaya lokal.

Tips Berkunjung ke Makam Keramat Gunung Sunda Subang

Jika Anda berencana mengunjungi Makam Keramat Gunung Sunda Subang, berikut beberapa tips yang dapat diperhatikan:

  • Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk trekking.
  • Datang pada musim kemarau agar jalur lebih aman.
  • Siapkan air minum dan bekal secukupnya.
  • Jagalah kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
  • Hormati adat, budaya, dan tata krama masyarakat setempat selama berada di kawasan makam.
  • Apabila belum mengenal jalur pendakian, sebaiknya didampingi oleh warga atau pemandu lokal.

Waktu Terbaik Berkunjung

Waktu terbaik untuk mengunjungi Makam Keramat Gunung Sunda Subang adalah pada pagi hari. Selain udara yang masih segar, perjalanan menuju lokasi juga akan terasa lebih nyaman. Hindari datang saat hujan karena jalur pendakian dapat menjadi licin.

Berita Terbaru

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Nasional7 menit lalu
Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Nasional32 menit lalu
Indonesia Expo 2026 Siap Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Indonesia Expo 2026 Siap Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Nasional1 jam lalu
Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Olahraga1 jam lalu
ADVERTISEMENT
209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

Nasional2 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Subang2 jam lalu
Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Nasional2 jam lalu
Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Dana Karhutla Sumatera Selatan Tembus Rp200 Miliar, Bagaimana Transparansi dan Perlindungan Warga?

Nasional2 jam lalu
Angin Puting Beliung Terjang Padalarang KBB, Sejumlah Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang

Angin Puting Beliung Terjang Padalarang KBB, Sejumlah Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang

Jawa Barat2 jam lalu
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Ini Kata PN Jakpus

Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Ini Kata PN Jakpus

Nasional2 jam lalu