Mitra Strategis Ekonomi di Tingkat Desa, DKUPP Subang Tegaskan BUMDes dan KDKMP Bukan Pesaing

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepala Bidang Koperasi, Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, Deden Almansyur, mengimbau masyarakat dan pengelola lembaga desa untuk tidak membenturkan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dalam podcast Bincang-bincang Pasundan di kanal YouTube Pasundan Ekspres TV, Deden menegaskan bahwa kedua lembaga tersebut merupakan program pemerintah yang dirancang untuk saling menguatkan ekonomi di tingkat desa.
Deden menjelaskan bahwa meski BUMDes sudah hadir lebih awal, kehadiran KDKMP bukan untuk menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Keduanya memiliki pola operasional yang berbeda namun dengan visi yang selaras.
"Dua-duanya adalah program pemerintah yang sangat baik. BUMDes sudah berjalan lebih dulu dan saat kini KDKMP juga tengah berjalan. Jadi jangan anggap ini adalah sebuah persaingan, karena ada pola yang berbeda," ujar Deden kepada Pasundan Ekspres.
Potensi gesekan di level bawah dinilai kecil karena secara struktural, Kepala Desa berperan sebagai pengawas dalam KDKMP. Deden menggambarkan bagaimana skema kolaborasi dapat tercipta jika kedua lembaga ini beroperasi di desa yang sama.
Sebagai contoh, jika BUMDes fokus pada sektor produksi, maka KDKMP dapat mengambil peran di sektor distribusi atau pasar.
"Contoh kolaborasinya, misalkan BUMDes sudah berjalan di bidang usaha telur ayam, maka KDKMP akan menampung itu untuk menyalurkannya. Nanti di level bawah itu akan menjadi sinergis," jelasnya.
Menutup pernyataannya, Deden berharap semangat kolaborasi ini dapat dipahami oleh seluruh elemen desa agar roda ekonomi kerakyatan di Kabupaten Subang dapat berputar lebih cepat.
"Mudah-mudahan tidak terjadi persaingan, sebab keduanya bertujuan untuk memajukan desa," pungkasnya.(fsh/ded)
