Momentum Hari Kartini: Bangkit dan Buktikan Lewat Kinerja

SUBANG - Momentum Hari Kartini menjadi pengingat penting perempuan Indonesia memiliki peran besar dalam pembangunan bangsa. Semangat itu pula yang digaungkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Dr. Dwinan Marchiawati, yang menegaskan perempuan harus mampu bangkit, mandiri, dan membuktikan diri melalui kerja nyata.
Momentum Hari Kartini
Menurutnya, di era modern saat ini perempuan tidak cukup hanya hadir sebagai pelengkap di ruang publik, tetapi harus mampu menunjukkan kapasitas, kompetensi, dan kontribusi nyata di berbagai bidang, termasuk pemerintahan, pendidikan, kesehatan, maupun dunia usaha.
“Buktikan bahwa kita mampu. Jangan hanya melihat sosok perempuannya saja, tapi tunjukkan kita bisa mandiri. Jangan mengeluh, teruslah belajar, belajar, dan belajar,” ucap Dr. Dwinan Marchiawati.
Dr. Dwinan juga mengingatkan agar perempuan tidak mudah menyerah sebelum berjuang. Dalam ungkapan Sunda, ia menyampaikan pesan agar perempuan jangan sampai "kumeok memeh dipacok", atau menyerah sebelum bertanding.
Di usianya yang menginjak 59 tahun dan mendekati masa purna tugas, Dr. Dwinan mengaku fokus utamanya saat ini adalah meninggalkan warisan kerja nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang pelayanan kesehatan.
Menurutnya, perempuan yang dipercaya memegang jabatan harus mampu memberikan dampak positif dan meninggalkan karya yang bisa dirasakan masyarakat luas.
Saat ini, Dinas Kesehatan Subang tengah mengejar dua target besar. Pertama, pembangunan rumah sakit umum daerah di wilayah Pantura Subang agar akses kesehatan masyarakat wilayah utara semakin dekat dan mudah dijangkau.
“Insyaallah tahun 2027 kita upayakan bisa terealisasi pembangunannya,” tegasnya.
Target kedua adalah peningkatan fasilitas puskesmas menjadi layanan rawat inap. Dari 25 puskesmas yang ada, pemerintah menargetkan peningkatan hingga 40 puskesmas rawat inap di seluruh wilayah Subang.
Menurutnya, pelayanan kesehatan harus hadir hingga pelosok desa agar masyarakat mendapatkan hak kesehatan secara merata.
Selain fokus pada pembangunan fasilitas kesehatan, Dr. Dwinan menilai perempuan masa kini juga harus menjadi pelopor gaya hidup sehat di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Karena itu, Dinas Kesehatan Subang terus memperkuat program pencegahan penyakit dan edukasi hidup sehat melalui berbagai media komunikasi seperti video dan banner kesehatan.
“Kesehatan masyarakat harus dibangun dari kesadaran. Karena itu edukasi menjadi bagian penting dari tugas kami,” katanya.
Di tengah kesibukan memimpin instansi strategis, Dr. Dwinan menilai perempuan tetap harus mampu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Baginya, keberhasilan perempuan bukan hanya soal jabatan, tetapi juga kemampuan menjaga keharmonisan rumah tangga.
“Urusan kantor tidak dibawa ke rumah, urusan rumah tidak dibawa ke kantor. Di rumah, lakukan yang terbaik buat suami, anak, dan cucu. Waktu untuk mereka harus benar-benar berkualitas,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh perempuan untuk terus menjaga hubungan baik dengan sesama, membangun solidaritas, dan saling mendukung dalam kemajuan bersama.
“Jangan punya musuh. Satu musuh saja bisa membuat sengsara seumur hidup. Keep smile dan berbaiklah pada semua orang,” pungkas Dr. Dwinan Marchiawati.(hdi/ysp)
