Penantian Puluhan Tahun, Warga Desa Langensari Blanakan Tumpah Ruah Syukuran Jalan Beton

SUBANG - Program percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Subang, yang digagas oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR SIP atau Kang Rey, begitu terasa di masyarakat dari kota hingga ke pelosok desa, jalan mulus, bagus dan leucir menjadi sebuah impian yang nyata terasa di mata warga.
Seperti warga Desa uluhan Langensari, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, selama puluhan tahun menantikan jalan yang mulus, akhirnya bisa bernapas lega setelah jalan utama di wilayah mereka selesai dibeton.
Sebagai bentuk rasa syukur, warga Langensari menggelar tradisi tumpengan dan doa bersama tepat di atas jalan yang baru rampung tersebut.
Proyek betonisasi sepanjang 500 meter ini menjadi jawaban atas keluhan warga yang selama bertahun-tahun harus melewati jalan rusak, berlubang, dan tergenang saat musim hujan. Kini, akses transportasi menjadi lancar, aman, dan nyaman.
“Alhamdulillah, jalannya kokoh dan mulus. Sudah belasan tahun rusak, kalau hujan seperti kubangan kerbau. Sekarang anak-anak sekolah lancar, hasil tani bisa cepat dibawa ke pasar. Ini bentuk terima kasih kami kepada pemerintah,” ujar Nengsih, warga Desa Langensari.
Ratusan warga, didominasi emak emak dan remaja dewasa, memadati jalan utama desa. Mereka menyiapkan nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauk di atas daun pisang, sebagai wujud rasa syukur mereka.
Kegiatan syukuran ini dilakukan secara swadaya oleh warga membawa tumpeng dan makanan ringan dari rumah masing-masing untuk dinikmati bersama di atas aspal beton yang baru.
Kepala Dusun Sukamaju Timur, Mulyadi, menyampaikan bahwa infrastruktur jalan yang memadai akan mempercepat roda ekonomi masyarakat.
"Syukuran ini adalah bentuk kegembiraan warga atas pembangunan jalan utama. Akses infrastruktur yang layak sangat penting bagi masyarakat pedesaan. Kini aktivitas warga kembali lancar dan perekonomian meningkat,” tuturnya.
Selain doa bersama, warga juga menggelar tradisi tawur uang atau saweran. Uang recehan dan pecahan Rp 2.000 ditaburkan di atas jalan, menjadi rebutan warga yang hadir. Tercatat sekitar Rp 500.000 yang ditawurkan, menambah semarak suasana syukuran.(dan)
