Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Penertiban Warung Remang-remang di Subang Terkesan Tak Serius, Warga Resah masih Banyak yang Beroperasi

E
EgiEditor: Egi
|20:06 WIB
Bagikan:
Penertiban Warung Remang-remang di Subang Terkesan Tak Serius, Warga Resah masih Banyak yang Beroperasi
Kondisi beberapa warung di sepanjang jalan pantura Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari pada Senin (14/4) nampak masih utuh dan belum terbongkar.(Muhammad Faishal)

SUBANG-Sebelumnya, beberapa warung di sepanjang jalan pantura Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari ditertibkan pemerintah setempat dan petugas berwenang pada Kamis (10/4). 

Nampak, Kepala Desa dan Camat Sukasari terlibat dalam penertiban tersebut bersama Polsek Pamanukan melalui Bhabinkamtibmas, Koramil Pamanukan diwakili oleh Babinsa, Forkopimcam serta perwakilan tokoh masyarakat Desa Sukasari. 

Upaya tersebut merupakan sebuah tindak lanjut dari laporan masyarakat yang merasa resah. Warga menduga warung tersebut biasa digunakan sebagai praktik prostitusi seklagus penjualan obat-obatan ilegal. 

Camat Sukasari, Aet Rudiatna yang hadir pada saat penertiban menjelaskan, sebelumnya penertiban warung tersebut direncanakan dari beberapa bulan lalu, namun baru disepakati akan ditertibkan bersama warga pada Maret lalu, ketika bulan Ramadan. "Rencana penertiban warung remang-remang ini sebenarnya sudah direncanakan sejak 3 bulan yang lalu. Tapi karena satu dan lain hal, berita acara mengenai kesepakatan penertiban warung remang-remang ditandangani pada Maret tepatnya saat bulan suci Ramadaan,” jelasnya. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Sukasari, Nariman mengatakan penertiban warung dilakukan secara kondusif berkat terbitnya surat edaran mengenai penertiban warung tersebut. "Saat penertiban tadi berlangsung kondusif, dan bahkan ada 1 pemilik warung yang memiliki kesadaran untuk membongkar sendiri warung miliknya," kata Nariman. 

Akan tetapi, sampai Senin (14/4) menurut kesaksian salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya, warung remang-remang tersebut masih nampak beraktivitas. Dirinya melihat sejumlah wanita masih nongkrong di sana. "Tapi sampai hari ini aktivitas di warung tersebut masih terlihat, masih ada banyak wanita-wanita yang masih nongkrong seperti biasanya. Padahal disetiap warung sudah ada surat edaran bahkan sudah jatuh tempo untuk keringanan bagi pemilik warem itu," ucapnya. 

Semua itu dapat dirinya saksikan sebab tinggal di RT 17, hampir berdekatan dengan lokasi tempat yang di duga lokalisasi itu. Meskipun banyak warga yang merasa risih dengan adanya warung remang-remang itu, namun warga nampak merasa takut untuk menindaklanjuti permasalahan ini karena takut didatangi oknum pemerintah setempat. 

Hal tersebut yang membuat mereka tidak ingin menyebutkan namanya saat diwawancara dikarenakan tempat tinggal mereka yang berdekatan dengan lokasi yang diduga tempat prostitusi dan obat ilegal tersebut. 

Ia pun hanya bisa berharap pemerintah setempat bisa benar-benar melakukan tindakan serius terhadap warung remang-remang itu. "Semoga pemerintah kecamatan segera membongkar agar depan kantor kecamatan tidak kumuh," ucapnya. 

Ia mengatakan sebetulnya sejumlah warga mendukung pembongkaran atau penutupan warung remang-remang tersebut. "Kami sangat mendukung dengan pembongkaran atau penertiban warung remang-remang yang dilakukan oleh pihak kecamatan dan desa," ucapnya. 

Ketua MAP Social Humanity, Ahmad Hidayat yang biasa mengawal area tersebut mengungkapkan ketakutan warga tersebut disinyalir dikarenakan briefing mengenai warung remang-remang tersebut. "Per hari ini juga, saya konfirmasi ke Kasi Pemerintah Kecamatan, Kesos, dan MP sedang melakukan briefing," ucapnya Senin (14/4). 

Sebelumnya, Ia menilai adanya warung remang-remang tersebut jelas tidak pantas, apalagi berada di sekitar beberapa kantor OPD dan pelayanan masyarakat. "Ini meresahkan soalnya apa? Warung itu di depan Kantor Kecamatan, Puskesmas Batangsari, UPTD Pendidikan, dan BPP Pertanian. Tentu itu tidak pantas, apalagi ada Rumah Dinas Bupati juga di sana," ucapnya.(fsh/sep)

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional3 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta3 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang3 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang4 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga4 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional5 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle5 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang5 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle5 jam lalu