Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pola Konsumsi dari Satu Lokasi Jadi Kunci Kasus Miras Oplosan di Subang

P
Putri MelaniaEditor: Heru Ramdani
|10:30 WIB
Bagikan:
Pola Konsumsi dari Satu Lokasi Jadi Kunci Kasus Miras Oplosan di Subang
ILUSTRASI: botol dan gelas miras. (Sumber: yuriyseleznev/Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Tragedi miras oplosan di Subang yang menewaskan sembilan orang bukan sekadar catatan kriminal belaka.

Peristiwa yang tejadi pada 9–12 Februari 2026 itu tentu menyisakan pertanyaan besar tentang pola konsumsi, respons darurat, dan celah pengawasan.

Para korban tersebut diduga mengonsumsi minuman keras dari lokasi yang sama.

Mereka tumbang secara bertahap, sebuah pola yang menunjukkan adanya jeda waktu antara konsumsi dan munculnya gejala fatal.

Dalam beberapa kasus, gejala awal tambah sepele: mata terasa pedih dan memerah, namun kondisi cepat memburuh menjadi sakit perut hebat dan kejang-kejang.

Salah satu korban miras oplosan di Subang, Yuyu Wahyudin (49), sempat mengeluhkan mata perih pada pagi hari. Ia bahkan sempat dibelikan obat tetes mata oleh orang terdekat.

Tak lama berselang, sekitar pukul 09.00, ia mengeluh sakit perut.

Setelah kembali minum, kondisinya mendadak memburuk dan mengalami kejang sebelum dilarikan ke IGD RSUD di Subang. Nyawanya tak tertolong.

Cerita dari lingkungan sekitar menyebutkan, korban diduga telah mengonsumsi miras dua hari sebelumnya.

"Kata yang tetangga di sana. Dia nggak tahu dua hari kebelakang, dia itu katanya minum. Minuman miras kayak gitu." ungkap paman korban, Hasim dikutip dari sebuah wawancara.

Minimnya informasi tentang kandungan minuman yang beredar membuat warga tidak menyadari risiko yang mengintai di balik harga murah dan akses yang mudah.

Beberapa korban lain masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, aparat kepolisian terus menyelidiki sumber dan distribusi minuman keras oplosan tersebut.

(pm)

Berita Terbaru

BNNK Karawang Tujuh Kecamatan di Karawang Masuk Zona Merah Pengalahgunaan dan Peredaran Narkoba

BNNK Karawang Tujuh Kecamatan di Karawang Masuk Zona Merah Pengalahgunaan dan Peredaran Narkoba

Karawang4 menit lalu
Korupsi Dana Hibah Pendidikan BPMU di Subang Terbongkar, Ini Peran Tiga Tersangkanya

Korupsi Dana Hibah Pendidikan BPMU di Subang Terbongkar, Ini Peran Tiga Tersangkanya

Nasional9 menit lalu
SMP IT Al-Majid Subang Buka SPMB, Anak Yatim Berprestasi Berpeluang Sekolah Gratis hingga Kelas IX

SMP IT Al-Majid Subang Buka SPMB, Anak Yatim Berprestasi Berpeluang Sekolah Gratis hingga Kelas IX

Subang13 menit lalu
Kejar Target KB Pria, DP2KBP3A Subang Hadapi Tantangan Partisipasi dan Skrining Peserta

Kejar Target KB Pria, DP2KBP3A Subang Hadapi Tantangan Partisipasi dan Skrining Peserta

Headline18 menit lalu
ADVERTISEMENT
Kapolsek Subang Ingatkan 1.122 Siswa SMPN 6 Jauhi Tawuran, Geng Motor hingga Bullying

Kapolsek Subang Ingatkan 1.122 Siswa SMPN 6 Jauhi Tawuran, Geng Motor hingga Bullying

Subang21 menit lalu
Borong 8 Medali, Cinta Violend Harumkan Subang di Kejuaraan Renang Jakarta

Borong 8 Medali, Cinta Violend Harumkan Subang di Kejuaraan Renang Jakarta

Subang27 menit lalu
Erick Thohir Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Penyerangan Suporter di Kabupaten Bogor

Erick Thohir Desak Polisi Usut Tuntas Dugaan Penyerangan Suporter di Kabupaten Bogor

Jawa Barat28 menit lalu
Mengenal Spartan BMKG, Sistem Peringatan Dini Karhutla hingga 7 Hari ke Depan

Mengenal Spartan BMKG, Sistem Peringatan Dini Karhutla hingga 7 Hari ke Depan

Nasional28 menit lalu
Dinkes Purwakarta Imbau Warga Hindari Mandi Air Hujan Awal, Debu dan Bakteri Potensi Bawa Penyakit

Dinkes Purwakarta Imbau Warga Hindari Mandi Air Hujan Awal, Debu dan Bakteri Potensi Bawa Penyakit

Purwakarta32 menit lalu
Pemkab Purwakarta Perkuat Penerapan SPIP Terintegrasi

Pemkab Purwakarta Perkuat Penerapan SPIP Terintegrasi

Purwakarta35 menit lalu