Program Subang Leucir Ditargetkan Selesai pada 2027, DPRD Soroti Kebutuhan Anggaran

PASUNDANEKSPRES.ID - Program Subang Leucir yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Subang terus mendapat perhatian DPRD Kabupaten Subang. Program tersebut menargetkan perbaikan jalan kabupaten dapat dituntaskan hingga 2027.
Program Subang Leucir jadi Program Prioritas
Anggota DPRD Kabupaten Subang, Ahmad Fauzi Ridwan, menyatakan pihaknya akan mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai dengan rencana yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Menurutnya, DPRD memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan program prioritas pemerintah daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Outputnya adalah sebenarnya memberikan manfaat untuk masyarakat,” ujar Fauzi dalam sebuah perbincangan yang membahas perkembangan program Subang Leucir, dikutip dari YouTube "Podcast Bareng Ahmad Fauzi Ridwan Anggota DPRD Subang" Pasundan Ekspres TV, Kamis (17/9/2026).
Anggaran Jalan Mendapat Porsi Besar
Fauzi menjelaskan bahwa sektor pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) menjadi salah satu perangkat daerah yang mendapat perhatian besar dalam penganggaran karena berkaitan langsung dengan program perbaikan infrastruktur jalan.
Untuk 2026, setelah perubahan anggaran, Dinas PUPR disebut mendapatkan alokasi sekitar Rp277 miliar. Anggaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan, termasuk belanja pegawai dan program lainnya.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp166,5 miliar dialokasikan untuk program yang berkaitan dengan perbaikan jalan.
Menurut Fauzi, alokasi tersebut menunjukkan adanya kesinambungan antara RPJMD, program prioritas kepala daerah, dan penganggaran melalui organisasi perangkat daerah (OPD).
“Memang program jalan ini menjadi program prioritas. Kami juga di DPRD berharap di 2027 itu bisa selesai,” katanya.
APBD Kabupaten Dinilai Belum Cukup
Meski anggaran untuk infrastruktur jalan mendapatkan porsi yang cukup besar, DPRD menilai penyelesaian seluruh jalan kabupaten hingga 2027 tidak mudah jika hanya mengandalkan kemampuan fiskal APBD Kabupaten Subang.
Karena itu, diperlukan skema pembiayaan lain, termasuk komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung target penyelesaian program perbaikan jalan yang telah direncanakan pemerintah daerah.
Fauzi mengatakan upaya mencari dukungan pembiayaan dari tingkat pemerintahan yang lebih tinggi tidak hanya menjadi tanggung jawab DPRD. Pemerintah daerah, termasuk kepala dinas terkait, juga dapat melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Tidak Hanya Jalan Kabupaten
Pembahasan mengenai infrastruktur jalan di Subang tidak hanya mencakup jalan kabupaten. Di lapangan, masyarakat juga masih membutuhkan perbaikan berbagai jenis akses jalan lainnya, seperti jalan lingkungan dan jalan usaha tani (JUT).
Terkait hal tersebut, Fauzi mengatakan program jalan kabupaten perlu menjadi fokus terlebih dahulu sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan. Setelah target tersebut tercapai, pembangunan dan perbaikan infrastruktur lainnya diharapkan dapat dilanjutkan.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur harus tetap menjadi pertimbangan dalam menentukan program pembangunan berikutnya.
Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Perhatian
Selain persoalan jalan, Pemerintah Kabupaten Subang juga disebut tengah menyiapkan sejumlah program pembangunan lain. Salah satunya adalah rencana pembangunan rumah sakit di wilayah Pantura.
Fauzi menyebut rencana tersebut saat ini masih berada dalam tahap kajian. Hal ini menunjukkan bahwa agenda pembangunan daerah tidak hanya diarahkan pada infrastruktur jalan, tetapi juga mencakup sektor pelayanan kesehatan.
Sementara itu, pembangunan atau peningkatan jalan usaha tani dinilai tetap memungkinkan untuk didorong apabila kebutuhan dan kondisi di lapangan mendukung.
DPRD Minta Masukan Masyarakat
Dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran, DPRD juga mengharapkan adanya masukan dari masyarakat serta media mengenai kebutuhan pembangunan yang dianggap paling mendesak.
Masukan tersebut nantinya dapat menjadi bahan bagi DPRD untuk menyuarakan kebutuhan masyarakat dalam pembahasan kebijakan dan anggaran.
Dengan demikian, keberhasilan program Subang Leucir tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada konsistensi pelaksanaan, pengawasan, serta dukungan pembiayaan dari berbagai tingkatan pemerintahan.
Target 2027 pun menjadi titik penting untuk melihat sejauh mana rencana perbaikan jalan kabupaten dapat direalisasikan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.
(ipa)
