Rebutan Penumpang di Jalur Pantura, Sopir Elf Geruduk Primajasa: Pendapatan Anjlok, Persaingan Memanas

PASUNDANEKSPRES.ID - Puluhan pengemudi angkutan umum Sopir Elf menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PO Primajasa di kawasan Pasar Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). Aksi ini dipicu oleh menurunnya pendapatan para sopir yang mereka nilai sebagai dampak dari persaingan tidak sehat dengan armada bus di jalur yang sama.
Sopir Elf Geruduk Primajasa
Dalam aksi tersebut, para sopir elf menyampaikan keluhan bahwa bus milik perusahaan tersebut kini turut mengangkut penumpang jarak dekat. Padahal, segmen tersebut selama ini menjadi pasar utama bagi angkutan elf yang beroperasi di wilayah Pantura. Kondisi ini disebut membuat pendapatan harian mereka merosot tajam dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah pengemudi mengungkapkan, fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Aksi serupa sebelumnya juga sempat berlangsung di wilayah Cikampek dan Indramayu. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan persaingan antara angkutan elf dan bus telah meluas di sepanjang jalur Pantai Utara Jawa.
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, para sopir mengaku kini kesulitan mendapatkan penumpang seperti sebelumnya. Penurunan jumlah penumpang berdampak langsung pada setoran harian yang harus mereka penuhi kepada pemilik kendaraan.
“Biasanya bisa narik penumpang tiap hari, sekarang sering kosong. Setoran juga jadi berat,” ujar salah satu pengemudi di lokasi aksi.
Para sopir juga menyoroti kondisi ekonomi keluarga yang semakin tertekan akibat turunnya pendapatan. Mereka menyebut kebutuhan sehari-hari kini semakin sulit dipenuhi, terutama bagi pengemudi yang menggantungkan penghasilan sepenuhnya dari aktivitas menarik penumpang.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian setempat dan berjalan relatif tertib. Meski demikian, para pengemudi berharap aksi ini dapat menjadi perhatian serius bagi pihak terkait.
Mereka mendesak pemerintah daerah dan perusahaan transportasi untuk segera mencari solusi yang adil. Salah satu tuntutan utama adalah pengaturan ulang trayek serta penertiban operasional angkutan agar tercipta persaingan usaha yang sehat. Para sopir menegaskan, tanpa langkah konkret, konflik serupa berpotensi terus berulang di berbagai daerah.
