Respons Pemerintah Desa Cibogo atas Aspirasi Warga dalam Demo VinFast Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Demo VinFast Subang terjadi sehari setelah peresmian pabrik PT VinFast Automobiles Indonesia. Ratusan warga mendatangi kawasan pabrik yang berlokasi di Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Selasa (16/12/25).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait penyerapan tenaga kerja lokal dan dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat sekitar.
Para pemuda menyampaikan bahwa demo ini tidak bertujuan menghambat investasi, melainkan menyampaikan keluhan warga yang berharap memperoleh kesempatan kerja di perusahaan yang berdiri di wilayah mereka.
Massa aksi didominasi pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna dari dua desa di sekitar pabrik.
Pemerintah Desa Cibogo Tanggapi Demo VinFast Subang
Peristiwa demo VinFast Subang ini mendapat perhatian dari Pemerintah Desa Cibogo.
Aparat desa menilai aspirasi warga perlu disampaikan secara terbuka namun tetap tertib agar tidak menimbulkan gangguan keamanan.
Pemerintah desa juga menyatakan telah berupaya menjadi penghubung antara warga dan pihak perusahaan dan juga mencatat sejumlah tuntutan yang disampaikan warga dalam demo VinFast Subang.
Aspirasi tersebut disampaikan secara langsung di lokasi aksi, antara lain:
- Permintaan agar PT VinFast memprioritaskan tenaga kerja lokal, khususnya warga di kawasan sekitar pabrik, sesuai komitmen awal yang pernah disampaikan.
- Kejelasan mengenai legalitas pembangunan serta lintasan jalan operasional yang dinilai berdampak pada lingkungan pemukiman warga.
- Klarifikasi sikap bagian HRD perusahaan yang disebut kurang terbuka dan belum melibatkan Karang Taruna setempat dalam proses komunikasi ketenagakerjaan.
Pembina Pemuda Cibogo, Dede Warman, menyampaikan bahwa warga menilai terjadi ketidaksesuaian penempatan tenaga kerja. Pelamar dari wilayah sekitar yang mendaftar sebagai operator justru ditempatkan pada posisi cleaning service.
Dari total 150 tenaga kerja yang diterima, hanya 11 orang berasal dari Cibogo dan seluruhnya berada di posisi tersebut. Kondisi ini membuat sebagian warga memilih mengundurkan diri.
Upaya Pemerintah Desa Usai Demo VinFast Subang
Sekretaris Desa Cibogo, Rachmat, menyampaikan bahwa pemerintah desa telah berupaya menjembatani aspirasi pemuda melalui komunikasi formal.
Surat audiensi telah dikirimkan kepada manajemen PT VinFast Automobiles Indonesia sebagai langkah awal membuka dialog.
Rachmat menyebut tuntutan utama warga berkaitan dengan adanya komitmen tertulis mengenai penyerapan tenaga kerja lokal.
Banyaknya pekerja dari luar daerah dinilai tidak sebanding dengan potensi pemuda setempat yang terdampak langsung keberadaan pabrik.
“Banyaknya karyawan dari luar daerah, sedangkan potensi pemuda wilayah yang terkena dampak langsung adanya PT VinFast tidak diindahkan. Mungkin itu yang menjadi alasan utama aksi ini,” ungkap Rachmat dikutip oleh Pasundan Ekspres.
Pemerintah desa juga mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan sesuai aturan.
Kondusivitas lingkungan dinilai penting agar proses penyelesaian persoalan dapat berjalan baik dan tidak merugikan pihak mana pun.
Pemerintah desa pun berharap demo VinFast Subang menjadi momentum bagi perusahaan untuk meningkatkan komunikasi yang lebih terbuka dan transparan.
(pm)
