Sektor Simpan Pinjam dan Pertanian jadi Motor Penggerak 450 Koperasi Aktif di Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Pertumbuhan koperasi di Kabupaten Subang menunjukkan tren yang positif sepanjang tahun 2026. Meskipun peningkatannya belum terlalu signifikan, jumlah koperasi aktif terus bertambah seiring berkembangnya berbagai sektor ekonomi di daerah tersebut, terutama sektor simpan pinjam, pertanian, dan usaha riil.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, Deden A. Menurutnya, geliat ekonomi di Kabupaten Subang turut mendorong lahirnya koperasi-koperasi baru yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 terdapat sejumlah koperasi baru yang mulai berdiri, termasuk koperasi yang bergerak sebagai pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di bidang penyediaan dapur dan rantai pasok. Selain itu, koperasi simpan pinjam juga masih menjadi sektor yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi.
"Memang ada pertumbuhan koperasi baru meskipun tidak terlalu signifikan. Selain koperasi simpan pinjam, sekarang mulai muncul koperasi yang bergerak di sektor pendukung MBG, terutama penyediaan dapur dan supplier kebutuhan program tersebut," ujarnya kepada Pasundan Ekspres saat ditemui diruang kerja Bidang Koperasi, Rabu (15/72026).
Ia menyebutkan, indikator koperasi aktif diukur melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Berdasarkan data DKUPP, jumlah koperasi aktif di Kabupaten Subang saat ini mencapai sekitar 450 koperasi, dengan tren pelaksanaan RAT yang terus meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Menurutnya, pertumbuhan koperasi tidak terlepas dari pesatnya pembangunan ekonomi di Kabupaten Subang. Kehadiran kawasan industri, pembangunan pabrik, hingga berkembangnya berbagai usaha baru menciptakan kebutuhan akan lembaga ekonomi yang mampu memberikan akses permodalan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Semakin banyak sektor usaha berkembang di Subang, otomatis kebutuhan terhadap koperasi juga meningkat. Banyak pelaku usaha maupun karyawan perusahaan yang membutuhkan akses permodalan sehingga koperasi menjadi salah satu solusi yang tepat," jelasnya.
Meski demikian, DKUPP masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan koperasi secara berkelanjutan. Salah satunya adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) yang masih perlu ditingkatkan serta lambatnya adaptasi sebagian koperasi terhadap perkembangan teknologi digital.
"Kendala terbesar masih pada SDM dan digitalisasi. Masih ada pengurus koperasi yang belum memahami tata kelola koperasi secara baik maupun penggunaan sistem digital dalam pengelolaan administrasi dan keuangan," katanya.
Sektor Pertanian Menjadi Salah Satu Penyumbang
Ia menambahkan, koperasi di Kabupaten Subang saat ini didominasi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kelompok petani. Bahkan, sektor pertanian menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan koperasi terbesar pada tahun ini karena banyak kelompok tani yang membentuk koperasi sebagai syarat memperoleh berbagai program bantuan pemerintah.
"Kalangan UMKM memang paling banyak membentuk koperasi karena membutuhkan badan hukum. Begitu juga kelompok tani yang kini mulai membentuk koperasi agar lebih mudah mengakses berbagai program pemerintah. Tahun ini sektor pertanian mengalami perkembangan yang cukup pesat," ungkapnya.
Sebagai upaya meningkatkan kualitas koperasi, DKUPP terus melakukan pembinaan melalui sosialisasi, pemeriksaan kesehatan koperasi, pendampingan tata kelola, hingga mendorong penerapan sistem digital dalam administrasi koperasi. Selain itu, akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) juga terus didorong bagi koperasi yang memenuhi persyaratan.
Namun demikian, Deden mengakui pelaksanaan pelatihan bagi koperasi pada tahun ini mengalami kendala akibat keterbatasan anggaran. Sebagian anggaran pembinaan dialihkan untuk mendukung program prioritas pembangunan infrastruktur daerah sehingga pelatihan SDM belum dapat dilaksanakan secara maksimal.
Ke depan, DKUPP berharap koperasi di Kabupaten Subang mampu memanfaatkan peluang dari berkembangnya berbagai sektor ekonomi baru. Selain memperluas bidang usaha, koperasi juga diharapkan mampu membangun kolaborasi dengan koperasi lainnya, termasuk Koperasi Desa Merah Putih, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
"Kami berharap koperasi tidak hanya berdiri sebagai badan hukum, tetapi benar-benar berkembang mengikuti potensi ekonomi yang sedang tumbuh di Kabupaten Subang. Kolaborasi antarkoperasi dan inovasi usaha menjadi kunci agar koperasi semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya," pungkasnya.(znl/sep)
