SMPN 1 Cisalak Borong Prestasi Festival Tunas Bahasa Ibu, Tiga Siswa Siap ke Tingkat Provinsi

SUBANG-Semangat untuk terus melestarikan bahasa Sunda kembali berkobar dari SMPN 1 Cisalak.
Sekolah yang terletak di Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, ini berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Subang pada Kamis (21/8/2025).
Sebanyak tujuh siswa berhasil meraih gelar juara (pinunjul) dalam berbagai kategori lomba, mulai dari biantara (pidato), sajak, maca jeung nulis aksara Sunda, hingga nembang pupuh. Bahkan, tiga di antaranya berhak melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat untuk mewakili Kabupaten Subang.
Kepala SMPN 1 Cisalak, Ruhdin Hidayat, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut keberhasilan ini adalah buah kerja keras dan disiplin siswa, guru pembimbing, serta dukungan orang tua.
“Alhamdulillah, anak-anak kami kembali membawa harum nama sekolah. Mereka tidak hanya berprestasi di bidang akademik umum, tapi juga mampu menjaga identitas budaya kita melalui bahasa Sunda. Mohon doa dari semuanya, semoga di tingkat Provinsi nanti bisa meraih juara pertama,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres pada Sabtu (23/8/2025).
Berikut daftar siswa SMPN 1 Cisalak yang berhasil meraih penghargaan di FTBI tingkat Kabupaten Subang.
Dinda Salsa Nadia Pinunjul 1 Biantara Putri, Almaulhusna Pinunjul 1 Sajak Putri, Rafisqi Dikara Pinunjul 3 Sajak Putra, Tatang Supriatna Pinunjul 3 Maca jeung Nulis Aksara Sunda Putra, Tita Alya Septiani Pinunjul 1 Maca jeung Nulis Aksara Sunda Putri, Arizka Mesya Triyandini Pinunjul Harapan 3 Nulis Carita Pondok, Safana Auliaputri Pinunjul Harapan 2 Nembang Pupuh.
Dari ketujuh siswa tersebut, tiga nama yakni Dinda Salsa Nadia, Almaulhusna, dan Tita Alya Septiani dipastikan melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Bagi para siswa, perjalanan menuju prestasi ini bukan hal yang mudah. Dinda Salsa Nadia, misalnya, harus mengasah kemampuan biantara (pidato dalam bahasa Sunda) dengan latihan intensif hampir setiap hari sepulang sekolah.
“Awalnya gugup, tapi karena sering berlatih dengan bimbingan guru, jadi terbiasa. Saya ingin membuktikan bahwa generasi muda tetap bisa mencintai bahasa Sunda,” ujar Dinda dengan penuh semangat.Sementara itu, Almaulhusna yang meraih juara pertama dalam kategori sajak putri, mengaku menemukan kepuasan tersendiri saat bisa mengekspresikan perasaan melalui puisi berbahasa Sunda. “Sajak itu bukan hanya soal lomba, tapi cara kita menyampaikan rasa dengan indah,” ucapnya.
Sedangkan Tita Alya Septiani, juara pertama maca jeung nulis aksara Sunda putri, menuturkan bahwa belajar aksara Sunda adalah tantangan tersendiri.
“Awalnya sulit karena belum terbiasa, tapi lama-lama jadi menyenangkan. Saya ingin anak-anak seusia saya tidak melupakan aksara Sunda,” katanya.
Di balik prestasi siswa, ada sosok guru pembimbing yang tekun mendampingi. Mereka tidak hanya melatih teknis berkompetisi, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya Sunda.
Kepala sekolah Ruhdin Hidayat menegaskan bahwa SMPN 1 Cisalak selalu berkomitmen memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai minat dan bakat, termasuk dalam bidang seni budaya.
“Kami percaya setiap anak punya potensi unik. Tugas sekolah adalah membuka jalan agar potensi itu bisa berkembang. Prestasi di FTBI ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan tersebut berhasil,” ujarnya.
Kini, harapan besar tertuju pada tiga siswa yang akan bertanding di tingkat Provinsi Jawa Barat. Kepala SMPN 1 Cisalak berharap dukungan doa dan motivasi dari masyarakat Subang agar anak-anak tersebut tampil maksimal.
“Bagi kami, bisa mewakili Kabupaten Subang saja sudah menjadi kebanggaan. Tapi tentu saja, target kami adalah juara di tingkat provinsi,” tegas Ruhdin.
Menurut Ruhdin, keikutsertaan siswa SMPN 1 Cisalak dalam FTBI bukan hanya sekadar mengejar prestasi, tetapi juga bagian dari komitmen untuk melestarikan budaya Sunda.
“Bahasa adalah identitas. Kalau bahasa kita hilang, maka hilang pula sebagian jati diri kita. Karena itu, kami ingin siswa mencintai bahasa Sunda dengan cara yang menyenangkan, salah satunya melalui ajang FTBI,” katanya.
Prestasi SMPN 1 Cisalak di ajang FTBI Kabupaten Subang tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi sekolah, tetapi juga masyarakat Cisalak dan Subang secara keseluruhan.
“Insya Allah, dengan dukungan semua pihak, anak-anak kita bisa lebih percaya diri, berprestasi, dan tetap membumi dengan identitas Sundanya,” pungkas Ruhdin.(hdi/ysp)
