Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

SMPN 1 Cisalak di Subang Hadirkan Sistem Empat Tong Sampah, Pengelolaan Dilakukan Secara Mandiri

H
Hadi MartadinataEditor: Dede
|20:00 WIB
Bagikan:
SMPN 1 Cisalak di Subang Hadirkan Sistem Empat Tong Sampah, Pengelolaan Dilakukan Secara Mandiri
Siswa sedang mebuang sampah. SMPN 1 Cisalak hadirkan sistem empat tong sampah.(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - SMPN 1 Cisalak terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih, dan ramah lingkungan. Inovasi ini tentunya menghadirkan Sistem 4 tong sampah dan melibatkan seluruh warga sekolah.

Wakasek SMPN 1 Cisalak, Wiwin, menjelaskan program utama yang saat ini dijalankan adalah gerakan meminimalisir sampah yang dikenal dengan nama “Sekolahku Sehat dan Bersih”.

Program tersebut merupakan turunan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Setiap semester, sekolah mengangkat tema berbeda, dan untuk semester ini fokus pada Gaya Hidup Berkelanjutan. Tujuannya sederhana namun penting menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sejak dini.

“Anak-anak dibiasakan membawa wadah makan, botol minum, dan tempat jajan sendiri. Kami juga berkolaborasi dengan pedagang di sekitar sekolah agar tidak menyediakan kemasan plastik,” ujar Wiwin kepada Pasundan Ekspres pada Senin (1/12/2025).

Kolaborasi ini bahkan menghasilkan langkah kreatif beberapa pedagang memberikan bonus 1 pangsit bagi siswa yang membawa wadah sendiri.

Program pengurangan sampah ini sudah berjalan sekitar tiga bulan, dan memberikan dampak signifikan. Jika biasanya sampah diangkut keluar sekolah, kini pengelolaannya dilakukan langsung di lingkungan sekolah melalui sistem yang lebih terstruktur.

SMPN 1 Cisalak menerapkan pembiasaan memilah sampah dalam 4 jenis tempat: Sampah organik, sampah anorganik, terus sampah residu, dan terkahir sampah botol.

Sampah organik diarahkan untuk dibuang ke lubang komposter, yang disediakan khusus untuk pengolahan alami. Sementara itu, sampah residu dan plastik dikelola dengan menggunakan incinerator sederhana yang dimiliki sekolah.

Dengan sistem pengolahan mandiri ini, siswa tidak hanya belajar teori tentang lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menjaga kebersihan dan kelestarian alam di sekitar mereka.

“Harapannya, kebiasaan ini tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi juga terbawa ke rumah dan lingkungan masyarakat,” tutur Wiwin.(hdi/ded)

Berita Terbaru

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Nasional2 jam lalu
Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Nasional2 jam lalu
MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Nasional2 jam lalu
Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang4 jam lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat4 jam lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang4 jam lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle5 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle6 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle7 jam lalu