Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

SPBU Kasomalang Sudah Berbulan-bulan Tutup

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|18:37 WIB
Bagikan:
SPBU Kasomalang Sudah Berbulan-bulan Tutup
SPBU di Kasomalang, Kabupaten Subang, hingga kini masih belum beroperasi setelah dilaporkan tutup selama beberapa bulan terakhir.(Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID- SPBU Kasomalang, Kabupaten Subang, hingga kini masih belum beroperasi setelah dilaporkan tutup selama beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama terkait penyebab penutupan dan kapan layanan pengisian bahan bakar tersebut dapat kembali dibuka.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (8/6/2026), tidak terlihat adanya aktivitas operasional di area SPBU Kasomalang. Tidak ada kendaraan yang mengantre untuk mengisi bahan bakar maupun aktivitas petugas sebagaimana biasanya. Sejumlah fasilitas di lokasi tampak tidak digunakan dan area SPBU terlihat sepi.

Penutupan SPBU tersebut menjadi perhatian masyarakat karena keberadaannya selama ini menjadi salah satu fasilitas penting yang melayani kebutuhan bahan bakar warga Kasomalang dan sekitarnya. Selain digunakan oleh pengendara kendaraan pribadi, SPBU tersebut juga menjadi tempat pengisian bahan bakar bagi pelaku usaha, pedagang, hingga angkutan barang yang beroperasi di wilayah tersebut.

Beberapa warga mengaku harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan bahan bakar sejak SPBU Kasomalang berhenti beroperasi. Kondisi itu dinilai menambah biaya transportasi dan waktu perjalanan, terutama bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja maupun menjalankan usaha.

Tutupnya SPBU Kasomalang Berpengaruh Terhadap Aktivitas Perekonomian Lokal

Selain berdampak terhadap mobilitas warga, tutupnya SPBU Kasomalang juga disebut-sebut berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian lokal. Sebelumnya, sejumlah pedagang mengeluhkan meningkatnya biaya distribusi barang karena kendaraan pengangkut harus mencari bahan bakar ke wilayah lain. Akibatnya, biaya operasional bertambah dan berpotensi memengaruhi harga sejumlah kebutuhan pokok.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai alasan penutupan SPBU tersebut. Upaya untuk memperoleh informasi dari pihak terkait juga belum membuahkan hasil sehingga penyebab pasti berhentinya operasional SPBU Kasomalang masih belum diketahui.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, pengelola SPBU, maupun instansi terkait dapat segera memberikan penjelasan kepada publik. Kejelasan informasi dinilai penting agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Salah satu Warga Gugun, berharap ada langkah konkret untuk mengatasi kondisi tersebut, baik melalui pembukaan kembali SPBU maupun penyediaan solusi alternatif guna memastikan kebutuhan bahan bakar masyarakat tetap terpenuhi.

----
Pedagang Keluhkan Harga Bahan Pokok di Pasar Naik
Tutupnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kasomalang selama kurang lebih dua bulan terakhir mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, khususnya para pedagang di Pasar Kasomalang.

Selain menyulitkan akses pembelian bahan bakar, kondisi tersebut disebut turut memicu kenaikan biaya distribusi yang berimbas pada meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok.

Salah seorang pedagang Pasar Kasomalang, Gema Fadhilah, mengungkapkan para pedagang kini harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan barang dagangan dari pemasok. Menurutnya, biaya transportasi dan jasa pengiriman mengalami kenaikan sejak SPBU di Kasomalang tidak beroperasi.

“Biasanya kami menitipkan belanja dengan biaya sekitar Rp20 ribu, sekarang menjadi Rp30 ribu. Jadi ada tambahan biaya yang cukup terasa bagi pedagang,” ujar Gema saat ditemui di Pasar Kasomalang pada Minggu (7/6/2026).

Gema menjelaskan, kenaikan biaya tersebut pada akhirnya berpengaruh terhadap harga jual sejumlah bahan pokok di pasar. Pedagang terpaksa menyesuaikan harga karena biaya operasional yang meningkat, sementara kebutuhan masyarakat tetap harus terpenuhi.

Menurut Gema, keberadaan SPBU sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat Kasomalang. Selain melayani kebutuhan bahan bakar warga, SPBU juga menjadi penunjang distribusi barang dari dan ke wilayah tersebut. Ketika SPBU tutup, kendaraan harus mencari bahan bakar ke daerah lain yang jaraknya lebih jauh, sehingga menambah waktu dan biaya perjalanan.

“Kondisi ini tentu memberatkan pedagang maupun masyarakat. Harapannya SPBU bisa segera beroperasi kembali agar biaya transportasi kembali normal,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pedagang lainnya yang mengaku merasakan dampak langsung dari penutupan SPBU tersebut. Mereka berharap ada kejelasan terkait penyebab penutupan dan kapan fasilitas pengisian bahan bakar itu dapat kembali melayani masyarakat.

Sampai berita ini ditulis, SPBU Kasomalang masih dalam kondisi tidak beroperasi dan belum ada informasi resmi mengenai kapan fasilitas pengisian bahan bakar tersebut akan kembali melayani masyarakat.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle25 menit lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga34 menit lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional1 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta2 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional3 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat4 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat5 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang5 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional5 jam lalu