Suplay Air Minim, Petani Desa Rangdu Pasang Mesin Pompa di Kali Badong

PASUNDANEKSPRES.ID - Musim tanam padi kedua tahun ini, intensitas hujan cenderung semakin berkurang, sehingga suplay air di beberapa titik area pertanian di Kabupaten Subang mengalami kekurangan suplay air. Seperti yang dialami petani di Desa Rancadaka Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, dampak tersebut menyebabkan kurangnya pasokan air dan kekeringan.
Namun dalam mengatasi masalah tersebut Pemerintah Desa (Pemdes) Rangdu, Kecamatan Pusakajaya bersama para petani bersinergi melakukan pompanisasi darurat di saluran irigasi yang melintasi area pertanian.
Langkah kolaboratif ini menjadi penyelamat utama sektor pertanian, khususnya selama musim kemarau dengan cara menyedot air dari Kali Badong.
Kondisi Kurangnya Suplay Air
Menurut Sekretaris Desa Rangdu Herman, Pemdes dan mitracai melakukan musyawarah terkait kondisi kurangnya suplay air. Hasil dari musyawarah tersebut telah disepakati solusi untuk mengatasi permasalahan kekeringan di areal persawahan Blok Bedahan dengan memasang pompa air dan memanfaatkan sumber air dari Kali Badong.
"Ya sebagai langkah antisipatif, kita sepakat memompa air di Kali Badong," kata Sekdes Herman kepada Pasundan Ekspres.
Sementara, untuk biaya bahan bakar dan peralatan lainnya ditanggung renteng oleh para petani yang memanfaatkan sumber air tersebut yang dikoordinir oleh tokoh petani dibantu mitracai.
Lebih lanjut Herman menegaskan, Pemerintah Desa akan terus membantu para petani untuk mengatasi permasalahan pengairan, dan mendukung sepenuhnya upaya penyelamatan tanaman pangan, sehingga nantinya para petani bisa menikmati hasil panen yang layak.
"Jauh hari kami sudah melakukan antisipasi mengatasi permasalahan kekeringan dengan memanfaatkan Kali Badong. Dan kami berharap mampu membantu petani mengantisipasi musim kemarau tahun ini," imbuhnya.
Namun demikian, pihaknya bersama petani, tetap berharap segera turun hujan agar dampak kekeringan tahun ini tidak bertambah luas.(dan/sep)
