Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tak Ada Jalan, Tak Ada Perahu: Kisah Pilu Pemakaman di Tengah Banjir Subang

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|09:58 WIB
Bagikan:
Tak Ada Jalan, Tak Ada Perahu: Kisah Pilu Pemakaman di Tengah Banjir Subang
Perjalanan menuju pemakaman berlangsung pelan dan penuh kehati-hatian

SUBANG, PASUNDANEKSPRES.ID – Kisah pilu pemakaman di tengah banjir, air setinggi dada orang dewasa menutup seluruh akses jalan Dusun Langgensari, Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang. Tak ada perahu, tak ada kendaraan, bahkan jalan pun lenyap. Namun di tengah banjir yang tak kunjung surut selama lebih dari satu bulan, sebuah perjalanan terakhir tetap harus dilakukan.

Duka menyelimuti warga saat seorang perempuan bernama Darsinah mengembuskan napas terakhir setelah lama sakit. Kesedihan keluarga belum sempat tuntas, ketika kenyataan pahit kembali menghadang: jenazah tak bisa dibawa ke pemakaman karena seluruh jalur terendam banjir hingga 1,5 meter.

Tak ingin membiarkan almarhumah tertahan di rumah, warga pun mengambil keputusan di luar dugaan.

Bambu-bambu dikumpulkan, galon bekas air mineral disusun di bagian bawah. Dalam waktu singkat, sebuah rakit darurat dibuat. Keranda jenazah Darsinah diletakkan di atasnya, sementara kurang dari 10 orang warga bersiap menerobos genangan air setinggi pinggang orang dewasa.

Ketua RT 09/02 Dusun Langgensari, Carsim, mengungkapkan situasi saat itu begitu menegangkan sekaligus mengharukan.

“Kami benar-benar bingung. Semua jalan terendam, tidak mungkin dilalui kendaraan. Akhirnya warga berinisiatif membuat rakit dari bambu dan galon bekas agar jenazah bisa dibawa ke makam,” ujar Carsim, Senin (2/2/2026).

Perjalanan menuju pemakaman berlangsung pelan dan penuh kehati-hatian. Air keruh, medan licin, dan arus yang tak menentu menjadi tantangan. Namun semangat gotong royong membuat warga tetap bertahan, memastikan perjalanan terakhir almarhumah berjalan dengan layak.

“Prosesnya lancar, tapi sangat menyedihkan. Kami harus berjuang di tengah banjir untuk mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir,” tambahnya.

Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, jenazah Darsinah akhirnya dimakamkan. Tangis keluarga pecah di pemakaman, menutup kisah pilu yang meninggalkan luka mendalam bagi warga Langgensari.

Peristiwa tersebut terekam kamera warga dan menyebar luas di media sosial. Video keranda jenazah di atas rakit bambu memancing empati dan keprihatinan publik, sekaligus membuka mata banyak pihak tentang dampak banjir yang jauh melampaui sekadar kerugian materi.

Di balik viralnya kisah ini, tersimpan harapan besar warga. Banjir tahunan yang selalu melanda Dusun Langgensari dinilai kian parah akibat kondisi geografis wilayah yang rendah, membuat air sulit surut setiap musim hujan.

“Banjir ini bukan hanya menghambat aktivitas, tapi sudah menyentuh sisi kemanusiaan. Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi nyata agar kejadian seperti ini tidak terulang,” kata Carsim

Berita Terbaru

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Subang7 menit lalu
Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang27 menit lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional1 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle2 jam lalu
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta3 jam lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat3 jam lalu
Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Subang3 jam lalu
Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle4 jam lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga4 jam lalu