Terungkap! Komplotan Curanmor yang Teror Warga Subang Dibongkar Polisi, 9 Pelaku Ditangkap dan 21 Motor Disita

SUBANG - Aksi komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini meresahkan warga akhirnya berhasil dibongkar oleh jajaran Polres Subang. Dalam operasi pengungkapan tersebut, polisi berhasil menangkap sembilan orang pelaku dan mengamankan puluhan barang bukti sepeda motor yang diduga merupakan hasil curian.
Kapolres Subang Dony Eko Wicaksono menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari banyaknya laporan masyarakat yang kehilangan sepeda motor di berbagai wilayah Kabupaten Subang.
Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan oleh tim Satreskrim, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang diduga merupakan bagian dari jaringan curanmor yang cukup aktif di wilayah tersebut.
“Dari hasil penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan Satreskrim Polres Subang, kami berhasil mengamankan sembilan pelaku dengan peran yang berbeda-beda, mulai dari eksekutor hingga joki,” ujar Kapolres, Rabu (11/3/2026).
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menyasar sejumlah wilayah seperti Pusakanagara, Sagalaherang, Cikaum, Purwadadi, hingga Sukasari.
Para pelaku biasanya beraksi pada malam hingga dini hari saat kondisi lingkungan perumahan dalam keadaan sepi. Mereka menargetkan sepeda motor yang terparkir di halaman rumah warga.
Untuk memuluskan aksinya, komplotan ini menggunakan kunci letter T dan kunci astag untuk merusak kunci kontak kendaraan. Setelah berhasil mengambil motor, kendaraan tersebut kemudian dijual ke luar wilayah Subang.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dua kunci letter T, dua mata kunci astag, satu kunci motor yang telah dimodifikasi, satu obeng, serta 21 unit sepeda motor berbagai merek yang diduga merupakan hasil curian.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres juga menyerahkan langsung tiga unit sepeda motor kepada para korban sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam mengembalikan hak masyarakat.
Pihak Polres Subang menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dikembangkan untuk memburu penadah yang diduga menjadi bagian dari jaringan curanmor tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan menambah sistem pengamanan kendaraan untuk mencegah aksi kejahatan serupa.
