Tiang Misterius di Tengah Trotoar Subang, Ternyata Peninggalan Zaman Belanda

SUBANG – Keberadaan sebuah tiang besi tua yang berdiri tepat di tengah trotoar kawasan Taman Pemda Subang akhirnya terungkap ternyata salah satu peninggalan zaman belanda. Tiang yang selama puluhan tahun dibiarkan menghalangi jalur pejalan kaki itu ternyata merupakan aset peninggalan era kolonial.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, tiang tersebut merupakan milik PTPN yang dahulu digunakan sebagai jaringan pendukung Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cinangling. Saat ini jaringan itu sudah tidak berfungsi, namun belum pernah ditertibkan meski berada di jalur strategis jalan provinsi arah Bandung–Kalijati.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan dan mencerminkan buruknya penataan kawasan pusat kota. Kabel tua terlihat menjalar ke pepohonan, sementara tiang besi menjadi penghalang trotoar yang seharusnya ramah bagi pejalan kaki.
Pemerintah memastikan tiang tersebut akan segera dibongkar. Proses pembongkaran dilakukan sesuai prosedur karena berstatus aset negara, dan seluruh material akan dikembalikan kepada pihak PTPN.
Selain pembongkaran, kawasan Taman Pemda Subang juga akan ditata ulang. Penertiban pedagang di trotoar dilakukan secara humanis, disertai rencana pembangunan trotoar, halte, dan fasilitas publik yang lebih layak.
Penataan ini diharapkan menjadi awal perubahan wajah Kota Subang agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat
