TNI AD Buka Rekrutmen Prajurit Dalam Tiga Gelombang

PASUNDANEKSPRES.ID - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat membuka rekrutmen besar-besaran prajurit Tamtama dan Bintara pada 2026 untuk memenuhi kebutuhan personel enam Kodam, 100 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), dan 20 Brigade Infanteri (Brigif) baru, termasuk pembangunan tiga Yonif TP di Kabupaten Subang.
Komandan Kodim 0605/Subang, Asep Saepudin mengatakan, pembukaan rekrutmen dalam tiga gelombang menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk bergabung menjadi prajurit TNI Angkatan Darat.
“Penerimaan prajurit TNI Angkatan Darat tahun ini dibuka tiga gelombang, baik untuk tamtama maupun bintara. Ini kesempatan yang sangat baik dan jangan sampai disia-siakan,” ujar Letkol Czi Asep Saepudin kepada Pasundan Ekspres, Senin (12/5/2026).
Menurutnya, kebutuhan personel meningkat seiring program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat pertahanan negara melalui pembangunan satuan baru di berbagai wilayah Indonesia.
Kebutuhan Personel Sekitar 700 Hingga 800 Prajurit
Khusus di Kabupaten Subang, kata dia, direncanakan pembangunan tiga Yonif Teritorial Pembangunan dengan kebutuhan personel sekitar 700 hingga 800 prajurit di setiap batalyon.
Saat ini, satu Yonif TP tengah dipersiapkan pembangunannya dengan pemenuhan personel sekitar 50 persen. Sementara satu Yonif TP lainnya masih dalam tahap pencarian lokasi pembangunan.
“Dari target tiga Yonif TP di Subang, baru satu yang sedang proses pembangunan. Nantinya Subang direncanakan menjadi satu Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan,” katanya.
Asep menjelaskan, Yonif TP memiliki konsep berbeda dibanding batalyon reguler. Selain kompi senapan dan kompi bantuan, Yonif TP juga akan dilengkapi kompi khusus bidang pertanian, peternakan, dan perikanan guna mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Dalam satu Yonif TP nanti ada kompi pertanian, peternakan, perikanan, kompi senapan, dan kompi bantuan,” jelasnya.
Selain membuka kebutuhan personel besar, pemerintah juga memberikan kelonggaran syarat penerimaan prajurit TNI AD. Untuk Tamtama, batas usia maksimal yang sebelumnya 22 tahun kini menjadi 24 tahun. Sementara syarat tinggi badan minimal diturunkan dari 163 sentimeter menjadi 158 sentimeter.
Menurut Dandim, kebijakan tersebut bertujuan memberi kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk mengabdi kepada negara melalui TNI AD.
Ia mengimbau masyarakat yang berminat agar mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi fisik, mental, maupun kemampuan akademik. Informasi pendaftaran dapat diakses secara daring maupun melalui Koramil terdekat dan Makodim 0605/Subang.
“Silakan manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Persiapkan fisik, mental, dan kemampuan akademik untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Darat,” tandasnya.(hdi/ded)
