Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Budaya Perang Tomat di Desa Cikidang Lembang, dari Hiburan hingga Buang Sial

I
Ijang Samsu RijalEditor: Yusup Suparman
|08:32 WIB
Bagikan:
Budaya Perang Tomat di Desa Cikidang Lembang, dari Hiburan hingga Buang Sial
TRADISI: Perang Tomat atau dikenal sebagai "Rempug Tarung Adu Tomat," adalah tradisi unik yang berkembang di Kampung Cikareumbi, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Perang Tomat atau dikenal sebagai "Rempug Tarung Adu Tomat," adalah tradisi unik yang berkembang di Kampung Cikareumbi, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tradisi ini telah menjadi bagian integral dari budaya lokal sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani, seniman, hingga warga umum yang ingin berpartisipasi.

Kegiatan yang awalnya sebagai ajang hiburan, kini tradisi ini juga memiliki syarat makna menjadi simbolis, sebagai upaya "membuang sial" dan membersihkan diri dari hal-hal negatif.

Kepala Desa Cikidang, Heri mengatakan, Tradisi Perang Tomat berawal dari keprihatinan masyarakat setempat terhadap anjloknya harga tomat di pasaran. Pada masa itu, petani tomat di Lembang mengalami kerugian karena hasil panen yang melimpah tidak sebanding dengan harga jual yang sangat rendah. Akibatnya, banyak tomat yang membusuk dan terbuang sia-sia. "Kegiatan ini awalnya di gagas seorang budayawan Sunda bernama Mas Nanu Muda, atau akrab disapa Abah Nanu, menggagas ide untuk memanfaatkan tomat-tomat yang tidak layak jual tersebut menjadi sebuah kegiatan budaya. Tujuannya adalah untuk mengurangi pemborosan sekaligus menciptakan ruang ekspresi seni bagi masyarakat," ucapa Heri kepada Pasundan Ekspres, Rabu (12/11/2025).

Perang Tomat biasanya diselenggarakan bersamaan dengan ritual "Ngaruwat Bumi," sebuah upacara adat sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah. "Dalam pelaksanaannya, ribuan tomat yang sudah busuk atau tidak layak konsumsi digunakan sebagai "senjata" untuk saling lempar antar peserta," katanya.

Seiring berjalannya waktu, Perang Tomat terus berkembang dan menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Lembang. Tradisi unik ini menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menyaksikan dan bahkan berpartisipasi dalam tradisi ini. 

Pemerintah daerah dan masyarakat setempat terus berupaya melestarikan dan mempromosikan Perang Tomat sebagai bagian dari identitas budaya Lembang, sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.(ijr/sep)

Berita Terbaru

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Nasional7 jam lalu
Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Nasional7 jam lalu
BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

Subang7 jam lalu
Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Subang8 jam lalu
ADVERTISEMENT
128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

Subang8 jam lalu
Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Subang8 jam lalu
Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Lifestyle11 jam lalu
Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Nasional12 jam lalu
Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Lifestyle12 jam lalu
PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

Nasional12 jam lalu