Korban Longsor Desa Pasirlangu Tunggu Kepastian Relokasi

PASUNDANEKSPRES.ID - Pascabencana longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, warga kini mulai fokus melakukan penataan kembali lahan pertanian yang rusak. Namun di sisi lain, para korban masih menunggu kepastian relokasi tempat tinggal dari pemerintah.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengatakan lahan pertanian warga yang terdampak longsor diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare. Penataan lahan dilakukan untuk membantu memulihkan perekonomian masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. "Setelah berdiskusi bersama, akhirnya kami sepakat untuk menata kembali lahan tersebut sesuai kemampuan desa," ujar Nur Awaludin Lubis, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, proses penataan lahan telah dibahas melalui Musyawarah Desa (Musdes) agar seluruh langkah yang diambil disepakati bersama oleh pemerintah desa dan masyarakat.
Menurutnya, selama sekitar 27 hari terakhir, pemerintah desa bersama warga telah bekerja menggunakan tiga unit alat berat untuk memperbaiki area pertanian yang tergerus longsor. "Kami dan masyarakat sudah sekitar 27 hari bekerja menggunakan tiga unit alat berat untuk memperbaiki lahan yang tergerus longsor. Minimal sebagian lahan bisa kembali dimanfaatkan masyarakat untuk bertani," katanya.
Meski demikian, pihak desa mengakui belum mampu memperbaiki seluruh lahan terdampak akibat keterbatasan anggaran. "Kalau seluruh 30 hektare lahan diperbaiki tentu kami tidak sanggup. Anggaran dari donasi tidak akan mencukupi," ujarnya.
Nur Awaludin menegaskan, dana yang digunakan saat ini berasal dari bantuan sukarela para donatur, termasuk rekan kepala desa, pihak sekolah, dan masyarakat yang tergerak membantu korban longsor.
Warga Korban Longsor Desa Pasirlangu Tunggu Kepastian Relokasi
Di tengah upaya pemulihan lahan pertanian, warga korban longsor Desa Pasirlangu juga masih menunggu kepastian relokasi tempat tinggal. Sebanyak 32 rumah warga dilaporkan hilang akibat bencana tersebut. "Kami berharap Bupati Bandung Barat segera mempersiapkan lahan untuk relokasi 32 rumah warga yang hilang akibat longsor, karena sampai saat ini belum ada kepastian," tuturnya.
Ia mengaku pihak desa kerap menerima pertanyaan dari warga terkait kapan mereka bisa kembali memiliki rumah. "Warga terus menanyakan kapan mereka akan punya rumah lagi. Namun kami juga belum bisa memberikan kepastian karena pihak desa belum mendapat informasi resmi dari pemerintah kabupaten," pungkasnya.(ijr/sep)
