Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kunjungan Wisatawan ke Lembang Naik 30 Persen Saat Libur Nataru

I
Ijang Samsu RijalEditor: Yusup Suparman
|09:32 WIB
Bagikan:
Kunjungan Wisatawan ke Lembang Naik 30 Persen Saat Libur Nataru
OBJEK WISATA: Floating Market Lembang menjadi salah satu destinasi wisata favorit pengunjung saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Wisawatan yang datang ke sejumlah objek wisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) meningkat hingga 30 persen di momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Data tersebut berdasarkan kunjungan wisatawan ke objek wisata The Great Asia Africa, Farm House Lembang, dan Floating Market Lembang.

Humas tiga objek wisata tersebut, Intania Setiati menyebut, dibandingkan hari biasa atau weekend, libur Nataru 2026 naik 25 sampai 30 persen.

Intan mengungkapkan, peningkatan kunjungan wisata kali ini disebut lebih baik jika dibandingkan Nataru sebelumnya. "Betul, lebih baiklah meski tidak signifikan jika dibandingkan Natal 2024 dan tahun baru 2025," ujar Intan dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).

Menurut Intan, mayoritas wisatawan masih didominasi oleh warga dari luar Bandung Raya yaitu Jabodetabek, termasuk sejumlah rombongan dari Sumatera. Kawasan Lembang diserbu wisatawan sejak momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Puncak kepadatan terjadi pada Sabtu 27 Desember 2025 dan 1 Januari 2026.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, sebanyak 333.018 wisatawan memadati berbagai destinasi wisata di KBB selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Jumlah tersebut melonjak hampir 40 persen dibandingkan periode libur akhir tahun sebelumnya.

Angka kunjungan tersebut tercatat selama periode 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dengan sebaran wisatawan di 16 destinasi wisata unggulan.

Kepala Bidang Pariwisata Disparbud KBB, David Oot, mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan pada momen libur Nataru tahun ini tergolong signifikan. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, jumlah wisatawan hanya mencapai 239.293 orang. "Secara keseluruhan terjadi kenaikan sekitar 93.725 wisatawan atau meningkat 39,2 persen. Ini menunjukkan daya tarik pariwisata Bandung Barat terus meningkat," ujar David, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan kunjungan mulai terlihat sejak menjelang Hari Raya Natal dan mencapai puncaknya pada akhir Desember hingga awal Januari. Beberapa hari mencatat angka kunjungan harian yang cukup tinggi. "Pada 27 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, jumlah wisatawan yang datang masing-masing menembus 30 ribu orang per hari," ungkapnya.

Berdasarkan peringkat tingkat kunjungan selama libur Nataru, destinasi wisata yang paling banyak diminati antara lain Lembang Park & Zoo, Floating Market Lembang, Dusun Bambu, Wahoo Waterworld, dan The Nice Park.

Menurut David, tingginya kunjungan wisatawan tidak terlepas dari membaiknya aksesibilitas dan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. "Selain akses yang semakin baik, pengelola destinasi juga terus melakukan pembenahan fasilitas serta menghadirkan wahana dan atraksi baru yang menarik minat pengunjung," katanya.

Faktor lain yang turut mendukung kelancaran aktivitas pariwisata adalah kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan provinsi, termasuk penataan kegiatan wisata yang mengacu pada Surat Edaran Bupati Bandung Barat Nomor 4961 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama libur Natal dan Tahun Baru.

Disparbud KBB juga menaruh perhatian pada aspek keselamatan wisatawan, mengingat libur akhir tahun bertepatan dengan musim hujan. "Kami memastikan seluruh pelaku usaha pariwisata mematuhi SOP kebencanaan dan terus mengikuti informasi cuaca dari BMKG demi menjaga keselamatan pengunjung," kata David.

"Dengan capaian tersebut, kami optimistis sektor pariwisata Bandung Barat akan terus tumbuh sepanjang 2026 dan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah," pungkasnya.(ijr/wit/sep)

Berita Terbaru

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional11 menit lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle31 menit lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang36 menit lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle44 menit lalu
ADVERTISEMENT
Posisi Kerja yang Paling Banyak Dibutuhkan Pabrik Subang 2026, Operator Bukan Satu-satunya

Posisi Kerja yang Paling Banyak Dibutuhkan Pabrik Subang 2026, Operator Bukan Satu-satunya

Subang1 jam lalu
Arti Istilah Tone Deaf di Media Sosial, Mengapa Dikaitkan dengan Sikap Peka?

Arti Istilah Tone Deaf di Media Sosial, Mengapa Dikaitkan dengan Sikap Peka?

Lifestyle1 jam lalu
Cek Link Live Streaming Persib vs Seoul FC Hari Ini, Bobotoh Merapat!

Cek Link Live Streaming Persib vs Seoul FC Hari Ini, Bobotoh Merapat!

Olahraga2 jam lalu
Rekomendasi Tanaman Indoor Terbaik untuk Mempercantik Rumah

Rekomendasi Tanaman Indoor Terbaik untuk Mempercantik Rumah

Lifestyle2 jam lalu
Kawasan Industri Subang Jadi Incaran Pencari Kerja, Ini Tips Melamarnya

Kawasan Industri Subang Jadi Incaran Pencari Kerja, Ini Tips Melamarnya

Lifestyle3 jam lalu
Lengkap! Daftar Platform Beresiko Tinggi Untuk Anak Versi Komdigi Per September 2026, Ada YouTube hingga Telegram

Lengkap! Daftar Platform Beresiko Tinggi Untuk Anak Versi Komdigi Per September 2026, Ada YouTube hingga Telegram

Nasional4 jam lalu