Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pasca Lebaran, Volume Sampah Menumpuk di Sejumlah Wilayah Destinasi Wisata

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|10:55 WIB
Bagikan:
Pasca Lebaran, Volume Sampah Menumpuk di Sejumlah Wilayah Destinasi Wisata
TUMPUKAN SAMPAH: Petugas kebersihan mengangkut tumpukan sampah di Pasar Panorama Lembang Bandung Barat. Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Pasca perayaan hari raya Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, lonjakan volume sampah di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, tercatat tidak signifikan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Ibrahim Adji yang menyebut peningkatan sampah hanya berada di kisaran 5 persen dibandingkan hari biasa.

Menurut Adjie Lonjakan biasanya terjadi dalam rentang waktu H-2 Lebaran hingga H+5 Lebaran. Berdasarkan pola yang terjadi setiap tahun, kenaikan volume sampah pada momentum Lebaran sebenarnya sudah dapat diprediksi. "Kalau melihat pola sebelumnya, kenaikan volume sampah itu berkisar sekitar 5 persen, mulai dari H-2 sampai H+5 Lebaran," ujar Ibrahim. Rabu (25/3/2026).

Ia menambahkan, penumpukan sampah umumnya terjadi di wilayah yang memiliki destinasi wisata, seperti Lembang, Cisarua, dan Parongpong. Sedangkan untuk, wilayah non-wisata tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

"Mayoritas sampah menumpuk di daerah wisata. Untuk mengantisipasi hal itu, kami sudah menjalin kerja sama dengan pengelola kawasan wisata, termasuk Palalawi di Cikole, sebagai lokasi pengelolaan sampah dari destinasi wisata," ucapnya.

kawasan perkotaan seperti Kecamatan Padalarang, Ngamprah, dan sekitarnya, sambung Adjie, peningkatan volume sampah juga relatif kecil dan masih dalam batas normal.

Pasalnya, kata dia, faktor utama yang membuat lonjakan sampah tidak terlalu tinggi adalah berkurangnya mobilitas masyarakat saat Lebaran yang cenderung keluar dari wilayah Bandung Barat. "Pada saat Idul Fitri, banyak warga yang mudik ke daerah asal seperti Garut, Ciamis, dan daerah lainnya. Jadi justru aktivitas di Bandung Barat berkurang," katanya.

Masih kata Adjie, lonjakan sampah saat Lebaran berbeda dengan momen akhir tahun yang biasanya memicu lonjakan sampah lebih tinggi. Sebab, perayaan Idul Fitri dinilai tidak memberikan tekanan besar terhadap volume sampah. "Kami dari DLH Bandung Barat memastikan pengelolaan sampah selama periode Lebaran tetap berjalan optimal dan terkendali, sehingga tidak menimbulkan penumpukan yang berlebihan di berbagai titik," pungkasnya.(ijr/sep)

Berita Terbaru

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional11 menit lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle31 menit lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang36 menit lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle44 menit lalu
ADVERTISEMENT
Posisi Kerja yang Paling Banyak Dibutuhkan Pabrik Subang 2026, Operator Bukan Satu-satunya

Posisi Kerja yang Paling Banyak Dibutuhkan Pabrik Subang 2026, Operator Bukan Satu-satunya

Subang1 jam lalu
Arti Istilah Tone Deaf di Media Sosial, Mengapa Dikaitkan dengan Sikap Peka?

Arti Istilah Tone Deaf di Media Sosial, Mengapa Dikaitkan dengan Sikap Peka?

Lifestyle1 jam lalu
Cek Link Live Streaming Persib vs Seoul FC Hari Ini, Bobotoh Merapat!

Cek Link Live Streaming Persib vs Seoul FC Hari Ini, Bobotoh Merapat!

Olahraga2 jam lalu
Rekomendasi Tanaman Indoor Terbaik untuk Mempercantik Rumah

Rekomendasi Tanaman Indoor Terbaik untuk Mempercantik Rumah

Lifestyle2 jam lalu
Kawasan Industri Subang Jadi Incaran Pencari Kerja, Ini Tips Melamarnya

Kawasan Industri Subang Jadi Incaran Pencari Kerja, Ini Tips Melamarnya

Lifestyle3 jam lalu
Lengkap! Daftar Platform Beresiko Tinggi Untuk Anak Versi Komdigi Per September 2026, Ada YouTube hingga Telegram

Lengkap! Daftar Platform Beresiko Tinggi Untuk Anak Versi Komdigi Per September 2026, Ada YouTube hingga Telegram

Nasional4 jam lalu