Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pendapatan Jadi Turun, Sopir Angkot di Lembang Keluhkan Macet di Libur Nataru

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|09:07 WIB
Bagikan:
Pendapatan Jadi Turun, Sopir Angkot di Lembang Keluhkan Macet di Libur Nataru
ATUR LALU LINTAS: Polisi mengatur Lalu lintas kendaraan wisatawan yang terjebak macet saat libur Nataru 2026 di Simpang Beatrix Lembang, Bandung Barat. Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tak pernah sepi dari pengunjung, terutama di momen libur panjang seperti natal dan tahun baru kali ini. Sejak Kamis (26/12/2025), wisatawan tumplek di Lembang. Jalan Raya Lembang padat sejak dari perbatasan dengan Kota Bandung. Kendaraan wisatawan dari Bandung yang hendak mengarah ke Lembang mengular panjang. Ternyata ramainya kawasan wisata Lembang tak melulu memberi berkah, salah satunya bagi sopir angkutan kota (angkot). Bagi para sopir angkot, macet Lembang saat libur panjang Nataru justru jadi suatu kerugian.

Yoyo, sopir angkot jurusan Cikole - Lembang, mengatakan kemacetan sangat memengaruhi jumlah perjalanan harian atau rit yang bisa ditempuh. Dalam kondisi normal, ia biasanya mampu menyelesaikan hingga delapan rit per hari, namun kini hanya mampu empat rit. "Biasanya normal bisa 8 rit, sekarang paling 4 rit. Macet begini, BBM juga jadi dobel," ujar Yoyo saat ditemui di Lembang.

Ia mengenang masa lalu ketika musim liburan menjadi momen panen bagi para sopir angkot. Bahkan, menurutnya, pada masa liburan beberapa tahun lalu pendapatan bisa menjadi tabungan tahunan. "Dulu mah kalau musim liburan itu panen, bisa jadi tabungan setahun. Pas jamannya Presiden Jokowi, sehari bisa dapat Rp500 ribu," katanya.

Namun kondisi tersebut sangat berbeda dengan sekarang. Yoyo mengaku untuk membawa pulang Rp100 ribu per hari saja terasa sangat sulit. "Sekarang mah mau dapat 100 ribu ke rumah juga susah banget," ungkapnya dengan nada prihatin.

Ia menilai menurunnya pendapatan angkutan umum disebabkan oleh beberapa faktor. Selain kemacetan, masyarakat kini semakin jarang menggunakan angkot karena adanya persaingan dengan transportasi online seperti Grab.

Di sisi lain, perkembangan ekonomi warga juga membuat banyak orang memilih menggunakan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor. "Orang sekarang jarang naik angkot, saingan sama Grab, terus warga juga banyak yang sudah pakai motor sendiri," tutup Yoyo.

Sementara, jauh berbeda dengan nasib sopir angkot di Kota Cimahi. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi mengusulkan sebanyak 338 sopir dan pemilik angkutan umum atau angkot di wilayahnya untuk mendapatkan kompensasi sebesar Rp600 ribu kepada Pemprov Jabar. Dengan catatan, angkot itu harus berhenti beroperasi pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Kepala Dishub Kota Cimahi Endang mengatakan, penerima data dijamin untuk mendukung kelancaran arus libur akhir tahun sudah diserahkan kepada Pemprov Jabar. Penyaluran informasinya akan diserahkan melalui Bank BJB. "Jumlah penerima kompensasi 388 orang terdiri dari 293 orang sopir san pemilik mobil 95 orang. Uang kompensasinya Rp300 sehari, jadi Rp600 ribu," kata Endang saat dikonfirmasi, Rabu (31/12/2025).

Namun, hilangnya pelaku angkutan umum itu hanya terjadi di Stasiun Trayek (Kota Bandung)-Cimahi. Sedangkan trayek lokal tidak diusulkan karena kompensasi tersebut hanya untuk yang beroperasi di Bandung Raya. "Jumlah trayeknya 1 trayek jurusan Stasion-Cimahi. Tapi yang kami usulkan itu sopir dan pemilik warga Cimahi," ucap Endang.(ijr/bbs/sep)

Berita Terbaru

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang23 menit lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat32 menit lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang50 menit lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle2 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle3 jam lalu
Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Nasional3 jam lalu
Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Lifestyle4 jam lalu
Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Lifestyle4 jam lalu
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

Nasional5 jam lalu