Produksi Susu di Bandung Barat Capai 61.165 Ton

PASUNDANEKSPRES.ID - Kebiasaan mengonsumsi susu secara rutin dinilai penting untuk meningkatkan kecerdasan sekaligus mencegah stunting, terutama pada anak-anak dan ibu hamil. Selain kaya nutrisi, sumber pangan hewani tersebut juga berperan besar dalam mendukung pertumbuhan tulang, perkembangan otak, serta daya tahan tubuh.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Slamet Wahjuningrat mengatakan susu hewani menjadi salah satu sumber gizi penting karena mengandung protein, kalsium, dan vitamin D yang dibutuhkan tubuh. "Susu sangat baik untuk pertumbuhan tulang, meningkatkan kecerdasan, dan mencegah kekurangan gizi yang bisa menyebabkan stunting," ujar Slamet mewakili Kepala Dispernakan KBB Wiwin Apriani, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, susu hewani berasal dari berbagai jenis ternak seperti sapi, kambing, kerbau, unta, dan domba. Di Bandung Barat, produksi susu terutama berasal dari sapi perah dan kambing perah.
Slamet menyebutkan, populasi sapi perah di KBB mencapai 26.000 ekor pada 2025, dengan produksi susu sekitar 61.165 ton pada tahun yang sama. Peternakan sapi perah berkembang pesat karena kondisi geografis Bandung Barat yang didominasi wilayah dataran tinggi dengan suhu sejuk. Sentra peternakan sapi perah tersebar di sejumlah kecamatan seperti Lembang, Parongpong, Cisarua, Ngamprah, dan Gunung Halu.
Selain susu sapi, potensi susu kambing juga dinilai cukup menjanjikan. Susu kambing memiliki kandungan nutrisi yang mendekati air susu ibu (ASI) dan lebih mudah dicerna karena ukuran molekul lemaknya lebih kecil.
Pengembangan kambing perah di Bandung Barat saat ini tersebar di Kecamatan Cisarua, Cikalong Wetan, Sindangkerta, Cipongkor, Saguling, Gunung Halu, dan Rongga. Pemerintah daerah berharap produksi susu kambing dan produk olahannya dapat meningkat untuk mendukung ketahanan pangan daerah. "Susu kambing kaya protein, lemak, kalsium, fosfor, serta vitamin A, D, dan B12. Meski manfaatnya besar, konsumsi susu kambing masih belum sepopuler susu sapi," kata Slamet.
Pemerintah daerah berharap peningkatan produksi susu dapat memperkuat pasokan pangan hewani sekaligus membantu menekan angka stunting di Kabupaten Bandung Barat.(ijr/sep)
