Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Warga Sariwangi Kabupaten Bandung Barat Kecewa Pemkab Tak Serius Tangani Banjir

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|06:32 WIB
Bagikan:
Warga Sariwangi Kabupaten Bandung Barat Kecewa Pemkab Tak Serius Tangani Banjir
DRAINASE: Kondisi drainase di jalan Desa Sariwangi yang sempit dan dangkal setiap hujan deras turun, air dengan cepat meluap. Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Banjir yang terus berulang terjadi di Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memicu kekecewaan warga terhadap pemerintah daerah. Hingga kini, persoalan tersebut dinilai belum mendapatkan penanganan serius, meski dampaknya semakin meluas.

Setiap hujan deras turun, air dengan cepat meluap dari saluran drainase yang sempit dan dangkal. Tidak hanya menggenangi jalan, luapan air juga membawa sampah serta sedimen yang memperparah kondisi lingkungan dan menghambat aktivitas warga.

Satria (30), warga setempat, mengungkapkan bahwa banjir telah menjadi langganan di daerahnya yang belum terselesaikan. Ia menilai kondisi ini terjadi akibat buruknya sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air, ditambah pesatnya pembangunan di wilayah hulu. "Setiap hujan deras pasti meluap. Salurannya kecil, dangkal, dan sering tersumbat sampah. Sekarang pembangunan di atas juga makin banyak, jadi air langsung turun ke sini," ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Ia menuturkan, sejak menetap di Sariwangi pada 2006, kondisi lingkungan terus berubah. Lahan terbuka yang dulu berfungsi sebagai area resapan air kini telah berubah menjadi kawasan permukiman. "Dulu masih banyak kebun dan lahan kosong, jadi air bisa meresap. Sekarang hampir semua sudah jadi bangunan, resapan air hilang," katanya.

Menurutnya, kondisi ini membuat warga mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dalam menangani persoalan banjir. Pasalnya, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret yang menyasar akar permasalahan. "Warga sering bertanya, apakah pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi ini?. Soalnya setiap hujan besar, banjir pasti terjadi lagi. Tapi jarang ada pihak terkait yang turun langsung," ungkapnya.

Upaya swadaya masyarakat seperti kerja bakti membersihkan saluran air memang rutin dilakukan. Namun, langkah tersebut dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan infrastruktur secara menyeluruh. "Kerja bakti ada, tapi kalau salurannya tetap kecil dan pembangunan terus berjalan, air tetap meluap," tambah Satria.

Keluhan serupa juga disampaikan Hanif (26), warga lainnya. Ia menyoroti kondisi Jalan Terusan Sariwangi yang dinilai rawan longsor akibat konstruksi penahan tanah yang kurang optimal serta sistem drainase yang tidak memadai. "Di Jalan Terusan pernah terjadi longsor. Kemungkinan karena penahan tanah kurang kuat dan saluran airnya kecil. Kalau hujan, air tetap meluap," jelasnya.

Selain itu, Hanif juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU), terutama di area luar permukiman yang masih gelap pada malam hari. "Kalau malam hari gelap, terutama di luar komplek. Padahal jalan ini juga akses utama warga," ujarnya.

Permasalahan serupa tidak hanya terjadi di Sariwangi. Sejumlah titik lain di kawasan Parongpong, seperti Jalan Terusan Gegerkalong Hilir yang rawan longsor serta Jalan Ciwaruga yang kerap banjir akibat saluran tersumbat, turut menunjukkan lemahnya pengelolaan lingkungan di tengah pesatnya pembangunan.

Kondisi ini memperlihatkan adanya ketidakseimbangan antara pembangunan dan kesiapan infrastruktur pendukung. Minimnya drainase, berkurangnya lahan resapan, serta kurangnya pengawasan menjadi faktor utama yang memperparah risiko banjir dan longsor di kawasan tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata, mulai dari normalisasi dan pelebaran saluran air, evaluasi izin pembangunan di wilayah hulu, hingga peningkatan infrastruktur dasar yang lebih memadai. "Yang kami butuhkan itu tindakan nyata. Jangan sampai setiap hujan kami terus kebanjiran tanpa solusi," tandasnya.(ijr/sep)

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional9 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta9 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang9 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang10 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga10 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional11 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle11 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang11 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle11 jam lalu