Anggota DPRD Jabar Andhika Surya Gumilar Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos

SUBANG - Perkembangan media sosial yang semakin pesat membuat masyarakat kini dapat memperoleh informasi hanya dalam hitungan detik. Namun, derasnya arus informasi juga membawa tantangan baru, terutama munculnya berbagai informasi yang belum tentu benar atau bahkan hoaks. Anggota DPRD Jawa Barat Andhika Surya Gumilar mengajak masyarakat untuk semakin bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, setiap informasi yang beredar di dunia maya perlu disikapi dengan sikap kritis melalui kebiasaan cek dan ricek sebelum dipercaya maupun disebarluaskan kepada orang lain.
Andhika menilai, informasi yang belum jelas kebenarannya dapat dengan cepat menyebar dan menimbulkan dampak di tengah masyarakat. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang muncul di media sosial.
“Sekarang informasi sangat mudah kita dapatkan melalui media sosial. Tetapi kita juga harus bijak. Kalau mendapatkan informasi, apapun itu, jangan langsung percaya dan jangan langsung menyebarkan. Kita harus cek dan ricek terlebih dahulu kebenarannya,” ujar Andhika pada Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, kebiasaan memverifikasi informasi menjadi semakin penting di tengah tingginya penggunaan media sosial saat ini. Masyarakat perlu memastikan informasi berasal dari sumber yang terpercaya dan memiliki dasar yang jelas.
Ia menegaskan, penyebaran informasi yang tidak benar bukan hanya berpotensi menyesatkan masyarakat, tetapi juga dapat memicu kesalahpahaman hingga perpecahan. Padahal, menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat harus menjadi perhatian bersama.
“Jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru membuat masyarakat saling curiga, saling menyalahkan, bahkan menimbulkan perpecahan. Kita harus menjaga persatuan dan tetap mengedepankan kebersamaan,” katanya.
Sebagai wakil rakyat, Andhika mengaku memiliki perhatian terhadap masyarakat yang belum sepenuhnya memahami perkembangan teknologi dan media sosial. Tidak semua masyarakat memiliki kemampuan yang sama dalam membedakan informasi yang benar, informasi yang menyesatkan, maupun konten yang sengaja dibuat untuk memancing emosi.
Karena itu, ia menilai edukasi mengenai literasi digital harus terus dilakukan. Masyarakat perlu diberikan pemahaman agar lebih cerdas dan berhati-hati dalam menerima maupun membagikan informasi.
“Kami tentu khawatir masih ada masyarakat yang belum melek media sosial dan belum memahami bagaimana cara memilah informasi. Maka tugas kita bersama adalah terus memberikan edukasi, supaya masyarakat semakin cerdas dalam menggunakan media sosial,” ungkapnya.
Andhika juga mengajak masyarakat untuk menjadikan sumber informasi terpercaya sebagai rujukan utama. Informasi yang menyangkut kepentingan publik, kebijakan pemerintah, maupun isu yang berpotensi menimbulkan keresahan, sebaiknya dikonfirmasi melalui sumber resmi atau media yang kredibel.
Menurutnya, kebebasan bermedia sosial harus dibarengi dengan tanggung jawab. Setiap pengguna memiliki peran untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran hoaks.
“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif. Cari informasi dari sumber yang terpercaya dan biasakan melakukan cek dan ricek. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama menjaga ruang digital yang sehat sekaligus menjaga persatuan masyarakat,” pungkas Andhika.
Di tengah derasnya informasi saat ini, ajakan untuk lebih bijak bermedia sosial menjadi semakin relevan. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga mampu menjadi pengguna yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab demi menjaga keharmonisan serta persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.(hdi/ysp)
