Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 di Subang Tanpa Korban Jiwa

PASUNDANEKSPRES.ID - Pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Subang telah usai beberapa waktu lalu.
Jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya, bahkan tanpa korban meninggal dunia.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Subang, IPTU Sahroni mengungkapkan, operasi yang berlangsung selama 13 hari, sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026, mencatat sebanyak 7 kejadian kecelakaan lalu lintas.
“Selama Ops Ketupat Lodaya 2026, jumlah kejadian laka lantas sebanyak 7 kasus. Untuk korban, nihil meninggal dunia, luka berat 6 orang, dan luka ringan 5 orang,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.
Ia menjelaskan, capaian ini lebih baik dibandingkan pelaksanaan Ops Ketupat Lodaya 2025, di mana tercatat 9 kejadian kecelakaan dengan 7 korban meninggal dunia, 3 luka berat, dan 5 luka ringan.
“Penurunan angka kecelakaan serta nihilnya korban meninggal dunia ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, serta efektivitas pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran,” jelas Sahroni.
Adapun sejumlah titik kecelakaan selama operasi berlangsung tersebar di beberapa ruas jalan strategis di Kabupaten Subang, di antaranya di Jalan Pierre Tendean wilayah Dangdeur, ruas Tol Cipali KM 104.800 jalur B (arah Palimanan–Cikopo) di wilayah Desa Balingbing, serta di jalur Pantura Cirebon–Jakarta tepatnya di wilayah Mundusari, Kecamatan Pusakanagara.
Selain itu, kecelakaan juga terjadi di Tol Cipali KM 99.300 jalur A (Cikopo–Palimanan) di wilayah Kaliangsana, Kecamatan Kalijati, KM 122.400 jalur A di wilayah Kecamatan Cibogo, serta di jalur Pantura Jakarta–Cirebon di wilayah Ciasem.
Sementara itu, terkait insiden kecelakaan maut di wilayah Cipeundeuy yang melibatkan truk menabrak warung hingga menimbulkan korban jiwa, Sahroni menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak termasuk dalam data Ops Ketupat Lodaya 2026.
“Itu tidak masuk dalam Ops Ketupat Lodaya, karena operasi sudah berakhir pada 25 Maret,” tegasnya.
Sahroni mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam berlalu lintas, meski periode operasi pengamanan Lebaran telah usai, guna menekan angka kecelakaan di jalan raya. (cdp/ysp)
