Delapan Calon Direksi Bank Subang Akan Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

PASUNDANEKSPRES.ID - Proses seleksi calon direksi PT BPR Subang Gemi Nastiti (Perseroda) memasuki tahap baru.
Sebanyak delapan kandidat dinyatakan lolos seleksi administrasi dan kini akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang digelar panitia seleksi di Kabupaten Subang.
Mereka antara lain Anthon Kurnia Permana, S.Si., M.M, Bambang Sulistyo, M.M, Dedi Setiawan, S.E, Deni Heryana, S.Sos., M.M, Juwairiah Wijayanti, S.E., Ak, H. Nurinto, S.E., M.M, Kandar Permana, S.Sos dan Sofyan Mulyajaya, S.E.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Subang, Muhamad Khairil Syahdu Mukhtar menyampaikan, tahapan UKK menjadi penentu utama dalam menjaring figur terbaik untuk memimpin Bank Subang ke depan.
“Sekarang akan masuk tahap Uji Kelayakan dan Kepatutan. Ada delapan calon direksi yang mengikuti proses ini,” ujarnya saat diwawancara Pasundan Ekspres, Kamis (23/4/2026).
Rangkaian UKK Calon Direksi Bank Subang Selama Tiga Hari
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan panitia, rangkaian UKK akan berlangsung selama tiga hari. Pada Senin (27/4/2026), peserta menjalani tes psikologi.
Selanjutnya, Selasa (28/4/2026) digelar tes tertulis berupa penyusunan gagasan. Sementara pada Rabu (29/4/2026), para kandidat mengikuti sesi presentasi dan wawancara mendalam oleh panitia seleksi.
“Tahapan ini nantinya untuk mengukur kompetensi, integritas, serta visi strategis para calon dalam mengembangkan kinerja perusahaan daerah tersebut,” kata Khairil.
Setelah seluruh rangkaian selesai, lanjut Khairil, panitia akan melakukan penilaian komprehensif sebelum mengumumkan hasil akhir seleksi pada Mei 2026.
Proses seleksi ini menjadi perhatian publik mengingat peran strategis Bank Subang sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan kepemimpinan yang tepat, diharapkan bank daerah tersebut mampu meningkatkan daya saing, memperluas layanan keuangan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Selain itu, transparansi dalam setiap tahapan seleksi juga dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Panitia seleksi berkomitmen menjalankan proses ini secara objektif dan profesional, sehingga menghasilkan direksi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tugasnya.
Khairil berharap, melalui proses seleksi yang ketat dan transparan ini, Bank Subang dapat dipimpin oleh sosok yang profesional dan berintegritas.
“Harapannya tentu Bank Subang ke depan bisa lebih baik lagi, baik dari sisi kinerja maupun pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.(cdp/ysp)
