Dilantik Jadi Camat Dawuan, Jaja Janjikan Pelayanan Publik "Ngabret"

SUBANG – Camat Dawuan yang baru, Jaja S.STP, langsung menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan berkualitas melalui program "Ngabret". Alumni STPDN tahun 2006 itu juga bertekad memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan di Kecamatan Dawuan.
Jaja menjadi salah satu pejabat yang mendapat promosi jabatan dalam pelantikan yang dipimpin Bupati Subang Reynaldy Putra Andita di halaman SDN Serangsari, Desa Kosambi, Kecamatan Cipunagara, Senin (3/8/2026). Setelah hampir 20 tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang, ia kini dipercaya memimpin Kecamatan Dawuan.
"Alhamdulillah setelah diberi amanah oleh Pak Bupati dan jajaran pimpinan sebagai Camat Dawuan, saya akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya dalam menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat," ujar Jaja.
Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh rasa syukur, tanggung jawab, dan keikhlasan. Karena itu, ia berkomitmen membangun kolaborasi dengan seluruh unsur di Kecamatan Dawuan.
"Harus sinergis dan bekerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada di lingkungan Kecamatan Dawuan," katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Jaja menyiapkan tiga program prioritas yang dikemas dalam semangat "Ngabret" (Ngabangun Bareng Rahayat). Program pertama adalah percepatan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat. Kedua, percepatan penanganan persoalan kebersihan, ketertiban, dan keindahan lingkungan. Ketiga, memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Kabupaten Subang.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah kecamatan, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga masyarakat luas.
"Membangun Kecamatan Dawuan harus melibatkan seluruh stakeholder, baik pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan maupun masyarakat pada umumnya," tuturnya.
Pria yang memulai karier sebagai aparatur sipil negara pada 2006 itu mengawali pengabdiannya di Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Subang. Kariernya terus berkembang dengan menduduki sejumlah jabatan, di antaranya sebagai lurah, pejabat eselon IV, Sekretaris Kecamatan, hingga terakhir menjabat Sekretaris Kecamatan Subang sebelum dipercaya menjadi Camat Dawuan.
"Pokona mah Ngabret weh, Ngabangun Bareng Rahayat, menuju Dawuan yang lebih baik, maju, dan bermartabat," pungkasnya.(dan/ysp)
