Dinas Kesehatan Subang: Perlu Ada Penanganan Lanjutan Korban Patukan Ular

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang menunjukkan respons cepat dalam menangani warga yang menjadi korban patukan ular gibug.
Melalui Puskesmas Kasomalang, petugas kesehatan langsung turun ke lapangan untuk menemui Junaedin, warga Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang, yang sebelumnya mengalami patukan ular jenis gibug pada Rabu (7/1/2026).
Kepala Puskesmas Kasomalang, dr. Andri, menjelaskan, pihaknya telah melakukan penanganan awal terhadap korban dan menilai perlu adanya perawatan lanjutan guna memastikan kondisi pasien benar-benar pulih.
“Untuk penanganan awal sudah kami lakukan. Namun, melihat kondisi luka akibat gigitan ular, perlu dilakukan perawatan lanjutan agar infeksi yang terjadi tidak semakin parah,” ujar dr. Andri kepada Pasundan Ekspres saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, secara umum kondisi Junaedin terbilang stabil dan cukup baik. Namun, terdapat infeksi pada bagian luka gigitan yang menimbulkan nanah sehingga membutuhkan perhatian medis secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, pihak Puskesmas Kasomalang akan terus memantau perkembangan kesehatan korban, terutama pada proses penyembuhan lukanya.
Selain penanganan medis, Puskesmas Kasomalang juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tenjolaya untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan milik korban. Langkah ini dilakukan agar seluruh proses pengobatan lanjutan dapat ditanggung oleh jaminan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengaktifkan kembali BPJS-nya melalui pemerintah desa. Setelah itu, kami dari Puskesmas akan terus memantau kondisi kesehatannya, khususnya terkait perawatan luka akibat gigitan ular,” tambah dr. Andri.
Dia berharap, dengan penanganan yang tepat dan berkelanjutan, kondisi Junaedin dapat segera membaik dan pulih sepenuhnya dalam waktu dekat.
Sementara itu, Junaedin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan. Ia mengapresiasi kepedulian Bupati Subang, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Puskesmas Kasomalang, Pemerintah Kecamatan Kasomalang, serta Pemerintah Desa Tenjolaya yang telah sigap membantu proses penanganan dirinya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan Pemerintah Kecamatan Kasomalang serta Kepala Desa Tenjolaya yang secara langsung memantau kondisi warganya dan memastikan penanganan berjalan dengan baik.
Diberitakan Pasundan Ekspres sebelumnya, Junaedin (46), seorang buruh tani dan warga RT 17 RW 05 Kp Cigore Desa Tenjolaya Kecamatan Kasomalang, telah hidup dengan kondisi tangan yang rusak parah akibat patukan ular Gibug selama 2 tahun. Tangan Junaedi kini bernanah dan memburuk, membuatnya sangat menderita.
Sebelumnya, Junaedin telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung selama 70 hari dan telah dilakukan cangkok kulit dari bagian perutnya. Namun, kondisinya tidak menunjukkan perbaikan.
Junaedin kini tidak bisa lagi berobat karena kekurangan ekonomi, membuatnya terpaksa menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Saya sangat menderita, tidak bisa bekerja seperti dulu lagi. Saya hanya bisa berbaring dan menahan sakit," kata Junaedin kepada wartawan Pasundan Ekspres Selasa (6/1/2026).
Istri Junaedin, Sukaesih, kini menjadi satu-satunya pencari nafkah keluarga. Dia bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara Junaedi hanya bisa diam dengan merasakan rasa sakit di tangannya.
"Sehari di bayar 50 ribu istri kerja teh, tah kita mempunyai anak 3 yang sekolah 1 di MI kelas 5," Tuturnya.
Junaedin berharap ada pihak yang dapat membantu kondisinya. "Saya hanya ingin sembuh dan bisa bekerja lagi seperti dulu," katanya dengan harapan yang masih membara.
Semoga ada pihak yang dapat membantu Junaedi dan keluarganya dalam mengatasi kesulitan ini.(hdi/ysp)
