Dinas Pendidikan Temui Kendala untuk Mengentaskan Anak Tidak Sekolah di Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kabupaten Subang menemui sejumlah kendala dalam upaya pengentasan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subang Subang Heri Sopandi mengungkapkan beberapa tantangan Utama terhadap upaya pengentasan ATS tersebut.
Tantangan yang pertama, yaitu kompleksitas data, terutama data kependudukan, sehingga perlu berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait.
"Meskipun tim telah bergerak, data ATS cenderung dinamis. Diperlukan konsolidasi data harian dari desa yang terintegrasi dengan data online agar intervensi tidak terlambat," ucapnya saat Rapat Koordinasi Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) pada Rabu (29/10/2025) di Aula BP4D Subang.
Selanjutnya, yaitu faktor non-akademis. Ia menyebutkan mayoritas ATS terputus sekolah bukan karena masalah akademis, melainkan didominasi oleh faktor ekonomi (bekerja) dan sosial-budaya.
"Hal ini membutuhkan intervensi program yang juga bersifat non-edukatif, seperti pemberdayaan ekonomi keluarga atau advokasi melalui tokoh masyarakat," ucapnya.
Berikutnya yaitu masih kurangnya dukungan sekolah non-formal. Menurutnya sekolah non-formal memainkan peranan penting dalam mengentaskan ATS di Subang.
"Kebutuhan akan penguatan kapasitas, sarana prasarana, dan dana operasional pada PKBM dan SKB yang menjadi tumpuan utama penanganan ATS dewasa masih harus terus ditingkatkan.
Sebelumnya, Heri Sopandi mengatakan, data ATS mengalami tren penurunan hingga 17.000 ATS pada bulan Juni 2025, yang awalnya sebanyak 21.900 ATS pada bulan Mei 2024.
Akan tetapi, angka tersebut mengalami kenaikan lagi pada Oktober 2025 menjadi 19.000 ATS.(fsh/ysp)
