Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Gubernur dan Bupati Tolak Budidaya Tebu, Sependapat Kawasan Teh dan Nanas di Subang Selatan Dipertahankan

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|10:51 WIB
Bagikan:
Gubernur dan Bupati Tolak Budidaya Tebu, Sependapat Kawasan Teh dan Nanas di Subang Selatan Dipertahankan
SOROTAN PUBLIK: Program pembibitan tebu nasional di Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, menuai banyak sorotan publik. Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID – Gubernur dan bupati tolak budidaya tebu. Penolakan terhadap budidaya tebu di kawasan Subang Selatan kini datang dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dia menegaskan penolakannya terhadap penanaman tebu di kawasan perkebunan teh Ciater hingga siap mengganti uang sewa Rp1 miliar yang telah dibayarkan kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN). 

Sebelumnya, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi sejak awal menyatakan keberatan terhadap alih fungsi lahan teh dan nanas di wilayah selatan. Bupati juga mendorong agar kawasan tersebut tetap dipertahankan sesuai karakter ekologisnya.

Dalam acara pengukuhan DPP Apindo Jawa Barat, Jumat (26/6/2026), Dedi Mulyadi mengungkapkan dirinya siap mengganti uang sewa yang telah dibayarkan pengusaha kepada PTPN agar penanaman tebu di kawasan Ciater dihentikan.

"Menu yang dibuat oleh PTPN di daerah Ciater diizinkan ditanamin tebu. Saya bilang, salah. Nggak, nggak bisa. Saya sampai pada mengambil keputusan, 'Udah deh'. Itu kan sudah setor, terus dia bilang pengusahanya sudah bayar 1 miliar rupiah ke PTPN uang sewa. Udah deh, saya yang bayar. Tarik!" kata Dedi.

Menurut Dedi, keberadaan perkebunan teh di kawasan Ciater memiliki fungsi ekologis yang tidak dapat dipandang hanya dari sisi ekonomi. Ia menilai kawasan tersebut berperan menjaga ketersediaan air, menahan tanah, serta menopang keberlangsungan kawasan di sekitarnya.

"Kalau tidak ada teh, hotel-hotel di Puncak, Lembang, dan Ciater juga tidak akan bertahan. Teh itu menahan tanah dan menjaga air. Kita setiap hari bicara krisis air, tapi hulunya justru dirusak," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengembalikan sekitar 100 hektare lahan yang telah ditanami tebu agar kembali menjadi areal perkebunan teh.

Sikap Gubernur Jawa Barat tersebut sejalan dengan pernyataan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita yang sebelumnya menyampaikan keberatannya terhadap rencana alih fungsi lahan perkebunan teh dan nanas di wilayah selatan.

Menurut Reynaldy, kawasan selatan Subang memiliki karakteristik ekologis yang harus tetap dipertahankan sehingga tidak tepat dialihkan untuk komoditas lain.

"Saya sudah ngobrol dengan Pak Gubernur, menyampaikan bahwa di atas itu sudah jangan diganggu, tetap jadi perkebunan nanas dan perkebunan teh karena memang ekosistemnya seperti itu. Jangan dipaksakan untuk hal-hal yang lain,"* ungkap Reynaldy.

Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat terkait penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dalam pembahasan tersebut, kawasan perkebunan di wilayah selatan direncanakan akan diperjelas berdasarkan jenis komoditasnya agar tidak mudah dialihfungsikan.

"Pak Gubernur menyampaikan bahwa zona perkebunan di daerah atas akan dispesifikkan. Jadi jangan hanya disebut perkebunan secara umum, tetapi diperjelas perkebunan apa sehingga tidak melebar ke mana-mana," katanya.

Reynaldy juga menilai pengembangan komoditas tebu sebaiknya difokuskan di wilayah tengah Subang, seperti Purwadadi, Cipeundeuy, dan Cipunagara.

"Sudah lah tebu di daerah tengah saja, di Purwadadi, Cipeundeuy, Cipunagara. Jangan merambah ke atas," tegasnya.(hdi/cdp/ysp)

Berita Terbaru

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Nasional8 jam lalu
Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Nasional9 jam lalu
Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Subang10 jam lalu
BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Subang10 jam lalu
13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

Lifestyle10 jam lalu
Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Subang10 jam lalu
Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Subang10 jam lalu
Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Nasional11 jam lalu
Kenapa Banyak yang Keracunan MBG tapi Belum Ada Tersangka? Ini Penjelasan Hukumnya

Kenapa Banyak yang Keracunan MBG tapi Belum Ada Tersangka? Ini Penjelasan Hukumnya

Nasional11 jam lalu