Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kolong Flyover Pamanukan Subang Kumuh, Perlu Ditata untuk Fasilitas Publik

H
HubaEditor: Yusup Suparman
|09:00 WIB
Bagikan:
Kolong Flyover Pamanukan Subang Kumuh, Perlu Ditata untuk Fasilitas Publik
KUMUH: Kondisi bawah flyover Pamanukan yang kumuh. Dengan penataan yang tepat, kawasan ini bisa lebih bermanfaat bagi publik.

SUBANG-Kondisi bawah flyover Pamanukan yang semrawut dan penuh coretan dinding atau graffiti dikeluhkan warga. Alih-alih menjadi ruang publik yang fungsional dan estetis, kawasan strategis di jalur Pantura itu kini dinilai kumuh, tidak tertata, dan jauh dari kesan ramah lingkungan.

Ahmad Hidayat, salah seorang warga Pantura, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, keberadaan flyover yang seharusnya menjadi simbol kemajuan infrastruktur justru berubah menjadi titik yang merusak pemandangan kota.

“Kami sebagai warga sangat menyayangkan kondisi di bawah flyover yang seperti dibiarkan. Banyak pedagang berjejer tanpa tatanan, graffiti di mana-mana, dan tidak ada konsep penataan yang jelas. Jadi pemandangan yang menyakitkan mata,” ujar Ahmad kepada Pasundan Ekspres, Minggu (22/6/2025).

Menurutnya, jika dibiarkan terus menerus, kondisi ini akan menurunkan citra kawasan Pamanukan yang merupakan salah satu simpul penting di jalur Pantura.

Senada dengan itu, Tokoh Masyarakat Pantura, Asep Maulana juga menyampaikan keprihatinannya terhadap penataan area bawah flyover. 

Menurutnya, dengan penanganan yang tepat, kawasan tersebut sebenarnya bisa disulap menjadi fasilitas umum (fasum) yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Akan terlihat indah kalau area bawah flyover itu dikosongkan dan dijadikan ruang publik. Bisa untuk tempat nongkrong, istirahat, atau olahraga warga. Sekarang malah semrawut karena tidak tertata,” kata Asep.

Ia juga menyoroti maraknya graffiti yang tidak terkonsep. Asep menilai seni jalanan seperti graffiti sebenarnya bisa menjadi daya tarik visual jika dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat.

“Graffiti itu bisa indah kok kalau dibuat dengan konsep. Tapi yang sekarang, kesannya malah membuat area itu makin kumuh,” tegasnya.

Dia menyebut, saat ini area bawah flyover didominasi oleh pedagang kaki lima yang menempati lahan tanpa penataan. 

Asep tidak menolak aktivitas ekonomi warga, namun ia berharap ada kebijakan yang bisa mengakomodasi para pedagang dengan penataan yang rapi dan estetis.

“Kalau mau difasilitasi pedagang, ya silakan. Tapi harus ditata. Jangan dibiarkan sembarangan. Supaya tidak menimbulkan sareukseuk (sumpek) di mata,” ucapnya.

Ironisnya, keluhan ini mencuat tak lama setelah Kecamatan Pamanukan merayakan Milangkala (hari jadi) ke-115. 

Sebuah momentum yang seharusnya menjadi refleksi bersama untuk menata kembali wajah kota, termasuk area publik yang menjadi cermin peradaban.

Kini masyarakat Pantura berharap Pemerintah Kabupaten Subang, khususnya pihak Kecamatan Pamanukan, bisa segera melakukan pembenahan. 

“Dengan perencanaan matang dan pelibatan masyarakat, flyover Pamanukan bukan tidak mungkin bisa disulap menjadi ikon kota yang fungsional, bersih, dan membanggakan,” pungkas Asep. 

Diketahui, jembatan layang di Pamanukan yang merupakan jalan nasional itu diresmikan pada 18 Oktober 2004 lalu oleh Presiden Presiden Megawati Sukarnoputri .

Jembatan layang ini dibangun untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalur pantai utara Jawa. Pembangunan jembatan layang sepanjang 1.026 meter tersebut menelan biaya senilai Rp68 miliar.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta15 menit lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Subang16 menit lalu
Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Nasional26 menit lalu
Manoe Coffee, Pilihan Tempat Meeting Nyaman di Tengah Kota Subang

Manoe Coffee, Pilihan Tempat Meeting Nyaman di Tengah Kota Subang

Lifestyle26 menit lalu
ADVERTISEMENT
Fakta Terbaru Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD Pemalang: Pemkab Evaluasi Kepala Sekolah

Fakta Terbaru Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD Pemalang: Pemkab Evaluasi Kepala Sekolah

Nasional29 menit lalu
Rona Mairansyah Jadi Sekda, Posisi Kepala Bapenda Definitif Kosong

Rona Mairansyah Jadi Sekda, Posisi Kepala Bapenda Definitif Kosong

Headline33 menit lalu
DPRD Karawang Dorong BPD Sinergis dengan Kades

DPRD Karawang Dorong BPD Sinergis dengan Kades

Karawang34 menit lalu
Putusan MK soal Ijazah Gibran Jadi Sorotan, Ahli Minta KPU Diperiksa

Putusan MK soal Ijazah Gibran Jadi Sorotan, Ahli Minta KPU Diperiksa

Nasional38 menit lalu
Minkop Space Subang, Ruang Nongkrong Instagramable dengan Kopi, Kuliner, dan Live Music

Minkop Space Subang, Ruang Nongkrong Instagramable dengan Kopi, Kuliner, dan Live Music

Subang42 menit lalu
Kekeringan, Warga Cipeuteuy Purwakarta Andalkan Sumber Mata Air

Kekeringan, Warga Cipeuteuy Purwakarta Andalkan Sumber Mata Air

Purwakarta49 menit lalu