Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Longsor Gunung Burangrang Sapu Dua Kampung di Cisarua Bandung Barat, Puluhan Orang Masih Hilang

I
Ijang Samsu RijalEditor: Yusup Suparman
|08:05 WIB
Bagikan:
Longsor Gunung Burangrang Sapu Dua Kampung di Cisarua Bandung Barat, Puluhan Orang Masih Hilang

PASUNDANEKSPRES.ID – Puluhan orang masih belum ditemukan pasca longsor yang melanda Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu (24/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Longsor terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari terakhir. Material tanah dari kaki Gunung Burangrang menyapu permukiman warga hingga rata dengan tanah.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan status darurat bencana menyusul peristiwa tersebut. Penetapan itu disampaikan langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, saat meninjau lokasi longsor.

"Kita tetapkan ini darurat bencana karena korban sudah luar biasa banyak," kata Jeje di lokasi, Sabtu (24/1/2026).

Status darurat bencana diberlakukan untuk mempercepat dan mengoordinasikan penanganan pascalongsor.

Jeje juga meminta tim SAR gabungan untuk tetap mengedepankan keselamatan selama proses evakuasi, mengingat cuaca ekstrem masih berlangsung.

"Saya ingatkan, jika hujan turun, proses pencarian harus dihentikan sementara demi keselamatan petugas," tegas Jeje.

Posko pengungsian dipusatkan di kantor desa, sementara korban luka telah dibawa ke puskesmas.

"Posko pengungsian dipusatkan di kantor desa, sedangkan korban luka sudah dilarikan ke puskesmas. Saya menyampaikan dukacita mendalam atas musibah ini," pungkas Jeje.

Operasi Pencarian Hari Kedua

Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu memasuki hari kedua pada Minggu (25/1/2026). Tim gabungan dikerahkan untuk mencari sekitar 82 warga yang masih dilaporkan hilang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandung Barat menyampaikan operasi pencarian dimulai pukul 07.00 WIB.

"Kami dibagi tim untuk menyisir dua kampung terdampak. Area longsoran sangat luas, diperkirakan mencapai tiga kilometer dari mahkota longsor hingga titik akhir," ujar Yunus.

Hingga Minggu siang, data korban bersifat dinamis dengan rekapitulasi sementara sebagai berikut. Meninggal dunia 11 orang (5 sudah diserahkan ke keluarga, 6 dalam proses identifikasi di Posko DVI). Selamat 23 orang, termasuk korban bernama Lili yang dievakuasi dari reruntuhan. Kemudian, dalam pencarian sekitar 82 orang.

Material longsoran didominasi tanah lunak bercampur air dengan ketebalan mencapai lima meter. Menurut Yunus, tim masih mengandalkan alat konstruksi dan metode manual.

"Alat berat sudah disiapkan, namun mobilisasi ke titik nol masih terkendala akses jalan yang sempit dan kondisi tanah yang labil," jelas Yunus.

Fokus pencarian diarahkan ke titik-titik terakhir warga terlihat sebelum longsor terjadi pada Sabtu dini hari pukul 03.00 WIB. Operasi akan dihentikan sementara apabila hujan deras kembali turun karena potensi longsor susulan dari lereng Gunung Burangrang.

Wapres Tinjau Lokasi dan Janjikan Relokasi

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi longsor di Desa Pasirlangu pada Minggu (25/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gibran berjanji akan merelokasi warga terdampak.

Gibran menyebut relokasi diperlukan untuk menghindari bencana susulan.

"Rumah rusak akan di relokasi, perbaikan rumah mohon disosialisasikan. Jangan terlalu jauh dari tempat asal terutama mata pencaharianya," kata Gibran di lokasi Minggu (25/1/2026).

Ia juga meminta pemerintah daerah menindak tegas pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran.

"Pelanggar dan alih fungsi lahan yang terjadi ini harus segera ditindak. Saya juga mohin maaf semua tim sudah di kerahkan turun ke lapangan, kita doakan semiga tim di lapangan bisa bekerja maksimal," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan alih fungsi lahan menjadi pemicu longsor di Desa Pasirlangu. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi longsor seluas sekitar tiga hektare.

Dengan kondisi perbukitan dan keberadaan kebun sayur, kawasan tersebut dinilai sangat rawan.

"Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi," ucap KDM.

Pemerintah Tetapkan Lima Klaster Penanganan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno turut meninjau lokasi longsor bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan pejabat terkait pada Minggu (25/1/2026).

Pratikno menyampaikan duka pemerintah atas bencana yang terjadi. "Pemerintah menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya korban di Cisarua. Ini akibat longsor, curah hujan yang sangat tinggi," ujar Pratikno di lokasi.

Pemerintah memprioritaskan penyelamatan jiwa dan pencarian korban hilang. "Pioritas utama kita saat ini penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop, mengingat masih terdapat sekitar 83 warga yang dalam pencarian," kata Pratikno.

Ia menjelaskan penanganan bencana dibagi dalam lima klaster, yakni SAR, kesehatan, logistik, perlindungan sosial, dan infrastruktur.

"Pemerintah pusat bersama TNI, Polri, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta para relawan terus berkoordinasi dan bekerja keras untuk melindungi serta menyelamatkan warga," jelasnya.

"Pada kesempatan ini, Bapak Wakil Presiden juga telah membahas bersama Wakil Gubernur dan Bupati terkait rencana relokasi, termasuk percepatan identifikasi lahan guna menghindari risiko bencana susulan," tambah Pratikno.(ijr/ysp)

Berita Terbaru

Keterwakilan Perempuan Duduk di DPRD Subang, Legislator Gerindra Dorong Pemberdayaan Tak Sekadar Formalitas

Keterwakilan Perempuan Duduk di DPRD Subang, Legislator Gerindra Dorong Pemberdayaan Tak Sekadar Formalitas

Subang11 menit lalu
Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Olahraga41 menit lalu
Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jawa Barat1 jam lalu
Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Olahraga1 jam lalu
Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Nasional1 jam lalu
RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

Nasional1 jam lalu
Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Subang1 jam lalu
10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

Subang1 jam lalu
Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Subang2 jam lalu