Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pemkab Gelar FGD Penulisan Ulang Sejarah dan Hari Jadi Subang, Perkuat Identitas Daerah Berbasis Kajian Akademik

Z
Zaenal AbidinEditor: Yusup Suparman
|12:43 WIB
Bagikan:
Pemkab Gelar FGD Penulisan Ulang Sejarah dan Hari Jadi Subang, Perkuat Identitas Daerah Berbasis Kajian Akademik
Foto bersama peserta Focus Group Discussion (FGD) penulisan ulang sejarah Kabupaten Subang sekaligus penguatan kajian penetapan Hari Jadi Subang di Aula Kantor BP4D Subang Kamis (9/4/2026).

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten Subang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Perencanaan dan Penelitian Daerah (BP4D) menggelar Focus Group Discussion (FGD) penulisan ulang sejarah Kabupaten Subang sekaligus penguatan kajian penetapan Hari Jadi Subang, yang berlangsung di Aula Kantor BP4D Subang Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., bersama para akademisi, sejarawan, peneliti, serta tokoh masyarakat.

FGD tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Subang dalam menyusun kembali narasi sejarah daerah yang lebih komprehensif, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat dasar penetapan Hari Jadi Subang agar memiliki landasan historis yang lebih jelas dan tepat.

Sejumlah narasumber dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset turut hadir memberikan pemaparan dalam forum tersebut. Di antaranya Prof. Dr. Nina Herlina, M.S dari Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Wawan Darmawan, M.Hum dari Universitas Pendidikan Indonesia, Dr. Etty Saringendyanti, M.Hum, Dr. Lutfi Yondri, M.Hum dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tanti R. Skober, M.Hum, Wan Irama, M.Hum, serta Anggi A. Junaedi, M.Hum. Kegiatan ini juga dihadiri tokoh masyarakat dan perwakilan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Subang.

Kepala BP4D Kabupaten Subang, Iwan Syahrul Anwar, S.STP., menyampaikan, kehadiran para ahli tersebut diharapkan dapat memperkuat validitas kajian sejarah Kabupaten Subang.

Menurutnya, kajian yang dilakukan tidak hanya melihat peristiwa sejarah secara parsial, tetapi menelusuri lintasan panjang perkembangan wilayah Subang dari masa prasejarah hingga masa modern.

Dalam forum diskusi tersebut, para peserta membahas secara mendalam periodisasi sejarah Subang. Pembahasan dimulai dari masa prasejarah dan awal peradaban, di mana ditemukan berbagai bukti arkeologis berupa artefak dan fosil yang menunjukkan bahwa wilayah Subang merupakan bagian dari jalur migrasi manusia purba serta menjadi lokasi perkembangan budaya awal.

Selanjutnya, pada masa kerajaan dan jalur perdagangan, wilayah Subang disebut memiliki peran strategis dalam jaringan perdagangan rempah. Hal ini didukung keberadaan pelabuhan seperti Ciasem dan Blanakan yang menjadi penghubung aktivitas perdagangan regional pada masa lampau.

Ia menjelaskan, pada periode perkembangan Islam, penyebaran ajaran Islam di wilayah Subang berlangsung melalui peran para tokoh lokal yang turut membentuk karakter sosial dan budaya masyarakat. Pengaruh ini masih terlihat hingga kini dalam kehidupan masyarakat yang sarat dengan nilai-nilai keagamaan dan tradisi lokal.

Memasuki masa kolonial dan perjuangan kemerdekaan, Subang juga memiliki peran penting dalam peristiwa sejarah nasional. Salah satu peristiwa besar yang terjadi di wilayah ini adalah Kapitulasi Kalijati, yang menandai penyerahan Belanda kepada Jepang pada masa Perang Dunia II. Selain itu, masyarakat Subang juga tercatat terlibat dalam berbagai perlawanan terhadap penjajahan Belanda.

"Pembahasan juga menyoroti perkembangan Subang pada periode kemerdekaan hingga masa modern. Dalam fase ini, Subang mengalami berbagai transformasi sebagai daerah agraris yang terus berkembang, sekaligus menjadi wilayah dengan potensi ekonomi, budaya, dan pertumbuhan pembangunan yang semakin meningkat," ungkapnya.

Selain menelaah berbagai periode sejarah, FGD juga menekankan pentingnya nilai-nilai luhur yang terkandung dalam perjalanan sejarah Subang. Nilai-nilai seperti gotong royong, semangat nasionalisme, serta kearifan lokal dipandang penting untuk diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan, kajian sejarah ini juga mengungkap dinamika perjuangan masyarakat Subang pasca kemerdekaan, termasuk perlawanan terhadap Belanda dalam masa Agresi Militer. Hal tersebut menunjukkan kuatnya semangat patriotisme yang dimiliki masyarakat Subang dalam mempertahankan kemerdekaan.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas pentingnya penetapan Hari Jadi Subang yang didasarkan pada bukti sejarah yang kuat, kajian akademik lintas disiplin, serta kesepakatan bersama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi memiliki legitimasi ilmiah dan historis yang kuat.

Melalui kegiatan FGD ini, Pemerintah Kabupaten Subang berharap dapat menghasilkan buku sejarah Subang yang lebih komprehensif dan mendalam.

Selain itu, hasil kajian ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas daerah berbasis sejarah serta meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap sejarah lokal.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam upaya melestarikan serta mengembangkan nilai-nilai sejarah Kabupaten Subang sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan dan pendidikan daerah.(znl/ysp) 

Berita Terbaru

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Nasional9 jam lalu
Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Nasional9 jam lalu
BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

Subang10 jam lalu
Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

Subang10 jam lalu
Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Subang10 jam lalu
Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Lifestyle13 jam lalu
Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Nasional14 jam lalu
Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Lifestyle14 jam lalu
PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

Nasional14 jam lalu