Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Produksi Nanas Subang Tembus 2,13 Juta Kuintal pada 2025, Tertinggi dalam Tiga Tahun

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|09:16 WIB
Bagikan:
Produksi Nanas Subang Tembus 2,13 Juta Kuintal pada 2025, Tertinggi dalam Tiga Tahun
KHAS SUBANG: Produksi nanas Subang terus menunjukkan tren positif selama tiga tahun terakhir. Pada 2025 mencapai 2.138.081,39 kuintal atau menjadi capaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir.  Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

SUBANG – Produksi nanas Subang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi nanas Subang pada 2025 mencapai 2.138.081,39 kuintal atau menjadi capaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan tersebut semakin mengukuhkan nanas sebagai salah satu komoditas hortikultura unggulan Kabupaten Subang.

Data BPS mencatat, pada 2023 produksi nanas Subang mencapai 1.674.136,22 kuintal. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 1.685.845,64 kuintal pada 2024 atau bertambah sekitar 11.709 kuintal dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada 2025. Produksi nanas Subang melonjak menjadi 2.138.081,39 kuintal atau bertambah sekitar 452.235,75 kuintal dibandingkan 2024. Secara persentase, peningkatan tersebut mencapai sekitar 26,8 persen hanya dalam waktu satu tahun.

Capaian tersebut menunjukkan sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang penting perekonomian Kabupaten Subang. Selama ini, nanas Subang dikenal memiliki kualitas yang baik dan menjadi komoditas unggulan yang dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan memiliki peluang untuk terus memperluas pasar ekspor.

Produksi Nanas Subang Jadi Indikator Budidaya Berkembang Baik

Meningkatnya produksi nanas Subang juga menjadi indikator bahwa budidaya nanas di wilayah tersebut masih berkembang dengan baik. Dukungan kondisi geografis, iklim yang sesuai, serta pengalaman petani dalam mengelola perkebunan menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan hasil panen.

Selain dipasarkan sebagai buah segar, nanas Subang juga memiliki nilai tambah melalui berbagai produk olahan. Komoditas ini telah dikembangkan menjadi dodol nanas, selai, sirup, keripik, hingga aneka minuman olahan yang memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat.

Meski demikian, tingginya produksi nanas Subang juga menghadirkan tantangan tersendiri. Pemerintah daerah bersama pelaku usaha diharapkan mampu memperkuat rantai pemasaran, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kualitas pascapanen agar produksi yang melimpah tidak berdampak pada penurunan harga di tingkat petani.

Salah seorang petani nanas asal Subang Selatan, Ahmad, mengatakan peningkatan produksi menjadi kabar baik bagi para petani. Menurutnya, nanas bukan hanya menjadi sumber mata pencaharian ribuan keluarga, tetapi juga telah menjadi identitas kawasan Subang Selatan.

"Alhamdulillah hasil panen terus meningkat. Ini membuktikan bahwa lahan nanas di Subang masih sangat produktif dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan," ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Ahmad berharap pemerintah daerah tetap mempertahankan kawasan perkebunan nanas sebagai lahan pertanian produktif. Menurutnya, keberadaan perkebunan nanas tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berperan menjaga kelestarian lingkungan di kawasan dataran tinggi.

"Kami berharap lahan nanas jangan sampai dialihfungsikan. Kalau lahan tetap dipertahankan, petani bisa terus bekerja, produksi meningkat, dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh," katanya.

Ia juga berharap perhatian pemerintah tidak hanya difokuskan pada perlindungan lahan, tetapi juga peningkatan akses pasar, stabilitas harga, hingga dukungan terhadap industri pengolahan hasil nanas.

"Kalau produksinya terus naik, kami juga berharap pemasarannya semakin luas. Harga harus tetap stabil supaya petani benar-benar merasakan manfaat dari meningkatnya produksi," tambahnya.

Peningkatan produksi nanas Subang menjadi perhatian di tengah isu alih fungsi lahan perkebunan di wilayah selatan Kabupaten Subang. Berbagai pihak mendorong agar kawasan perkebunan nanas tetap dipertahankan karena dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan dan memperkuat posisi Subang sebagai salah satu sentra produksi nanas terbesar di Indonesia.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle26 menit lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle1 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle1 jam lalu
Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Lifestyle2 jam lalu
Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Lifestyle3 jam lalu
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

Nasional4 jam lalu
Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Lifestyle5 jam lalu
Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Subang5 jam lalu
Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Nasional6 jam lalu