Subang Jadi yang Tercepat di Jabar, Pembangunan Koperasi Merah Putih Capai 88 Persen

PASUNDANEKSPRES.ID - Pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus dikebut. Hingga akhir tahun 2025, Subang mencatatkan diri sebagai wilayah dengan progres pembangunan tercepat di Jawa Barat, mencapai angka 88 persen.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (DKUPP) Subang, Deden Almansyur mengungkapkan, pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi desa. Proyek ini mencakup pembangunan sarana fisik yang lengkap di setiap titiknya.
“Dalam tahap pengembangan ini, pembangunan meliputi gerai, kantor, dan gudang dengan luas lahan sebesar 600 m2. Namun, idealnya adalah 1.000 m2,” jelas Deden dalam podcast di kanal YouTube Pasundan Ekspres TV bertajuk Kupas Koperasi Desa Merah Putih di Subang.
Untuk memastikan proyek berjalan sesuai target, pemerintah pusat menunjuk AGRINAS Pangan dan TNI sebagai pelaksana pembangunan.
Kerja sama ini bertujuan untuk melakukan percepatan infrastruktur di lapangan.
Deden menegaskan, validitas data kemajuan fisik bangunan terpantau dengan ketat.
“Untuk di Jawa Barat, kita masih yang tercepat, sekitar 88 persen. Data ini sinkron antara data DKUPP dan juga Kodim," tambahnya.
Meski secara akumulatif mencapai 88 persen, Deden menjelaskan bahwa progres fisik di tiap-tiap lokasi cukup beragam, mulai dari tahap awal 2 persen hingga yang sudah mencapai 50 persen.
Salah satu keunikan dari proyek KDKMP ini adalah standarisasi bangunan yang sangat ketat. Seluruh gedung KDKMP di Kabupaten Subang dibangun dengan spesifikasi yang identik.
“Seluruh bangunan KDKMP sama seluas 20 x 30 meter, semuanya sama, tidak boleh lebih ataupun kurang. Spesifikasinya semuanya sama,” tegas Deden.
Terkait pembiayaan, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai beban anggaran daerah. Seluruh biaya pembangunan KDKMP ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat yang dialokasikan khusus untuk dilaksanakan di Subang.
Kehadiran KDKMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga desa melalui fasilitas gerai dan gudang yang representatif untuk menampung produk-produk lokal.(fsh/ysp)
