Subang Primadona Investasi, Nilai yang Sudah Masuk Sebesar Rp12,5 Triliun

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Subang, Dikdik Solihin, mengungkapkan capaian investasi tahun 2025 telah melampaui target yang ditetapkan.
“Target investasi tahun 2025 sebesar Rp11,5 triliun, dan di akhir triwulan III sudah tercapai di angka Rp12,5 triliun,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres, Selasa (2/12/2025).
Selama tiga tahun terakhir, investasi di Kabupaten Subang terus melampaui target yang ditetapkan Provinsi Jawa Barat.
Tahun 2022 tercatat realisasi Rp3 triliun dari target Rp2,9 triliun, tahun 2023 mencapai Rp6 triliun dari target Rp4 triliun, dan tahun 2024 melonjak ke Rp9,7 triliun, jauh di atas target Rp7,4 triliun.
Menurut Didik, capaian investasi khususnya pada tahun 2025 ini didorong dominasi realisasi investasi dari sektor industri yang masih menjadi tulang punggung perekonomian Kabupaten Subang.
Dia menyebut, sejumlah proyek industri berskala besar yang masuk sepanjang 2025 berperan signifikan terhadap kenaikan nilai investasi.
“Investasi terbesar di sektor industri,” terang Dikdik.
Dikdik mengatakan, meski target investasi 2026 belum ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, DPMPTSP Subang mulai menyiapkan berbagai langkah untuk memaksimalkan potensi yang ada.
Salah satu strategi utama adalah mengundang para pengelola kawasan industri untuk memaparkan rencana masuknya tenant baru di tahun mendatang.
“Kita akan undang kawasan-kawasan industri untuk ekspose terkait rencana tenant-tenant yang akan masuk di lokasi mereka supaya kita tahu berapa potensi investasi yang masuk,” jelasnya.
Kawasan Industri Tumbuh Subur
Pembangunan pabrik pada empat kawasan industri di Subang kian masif. Empat kawasan industri tersebut antara lain Subang Smartpolitan, Taifa Industrial Park, Intijaya dan Comarindo Pratama. Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Subang, tercatat puluhan perusahaan telah menempati lahan industri yang tersebar di empat kawasan industri tersebut.
Salah satu yang terbesar adalah kawasan Subang Smartpolitan seluas 2.717 hektare. Di kawasan ini, sejumlah perusahaan seperti PT BYD Auto Indonesia (108 ha), PT Kids Play Indonesia, PT Vision Electronics Technology, hingga PT Sanwa Musen Indonesia telah mulai membangun pabrik mereka.
Tak kalah strategis, di Taifa Industrial Park (108 ha), investor asal Taiwan juga mengembangkan pabrik-pabrik seperti PT Meiloon Technology Indonesia, PT Mega Dunia Konstryuksindo, dan PT Good Excess. Seluruh perusahaan ini berstatus Penanaman Modal Asing (PMA), yang menunjukkan kuatnya ketertarikan investor global terhadap Subang.
Sementara itu, kawasan Intijaya Subang Industri seluas 225 hektare kini dihuni oleh kombinasi perusahaan PMA dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), seperti PT Yunfeng Indonesia, PT EnviroMate Technology International, dan PT Gosaka Ariya Sentosa.
Kawasan industri PT Comarindo Pratama juga mengalami perkembangan pesat. Sejumlah nama besar seperti PT Unilever Indonesia, PT Pupuk Indonesia, dan PT Bekau Wire Indonesia telah mulai menempati lahan dan mempersiapkan operasional pabriknya.
Selain empat kawasan industri tersebut, ada satu lagi yakni Wahana Semesta Patimban. Saat ini belum ada pembangunan di kawasan industri Wahana Semesta Patimban tersebut. Saat ini masih proses penataan kawasan.
Kepala DPMPTSP Subang Dikdik Solihin menyampaikan, saat ini pembangunan pabrik-pabrik di kawasan tersebut sebagian besar telah memasuki tahapan perizinan dan persiapan fisik.
Ia menambahkan, kemudahan perizinan serta dukungan infrastruktur dari kawasan menjadi daya tarik utama bagi para investor. “Industri sekarang diarahkan untuk berada dalam kawasan karena jauh lebih efisien. Proses perizinan juga dibantu langsung oleh pengelola kawasan,” katanya.
Angin Segar Atasi Persoalan Pengangguran
Pesatnya investasi ini diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Subang. Persoalan tingginya angka pengangguran diharapkan bisa teratasi dengan banyak investasi di Subang.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Subang masih di atas 6 persen. BPS merilis data pengangguran per Agustus 2025, untuk Subang sebesar 6,80 persen. Naik dari Agustus 2024 lalu sebesar 6,73 persen sebesar 0,07 persen.
TPT Subang sebesar 6,73 persen pada Agustus 2024 itu dengan jumlah 63.260 jiwa. Persentase TPT itu ternyata turun sebesar 0,92 persen dibandingkan Agustus 2023 yang sebesar 7,65 persen dengan jumlah 69.565 jiwa.
Sekretaris Umum Federasi Serikat Buruh Patriot-Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (FSBP-KASBI), Rahmat Saputra mengatakan tumbuhnya sektor industri di Kabupaten Subang seharusnya menjadi peluang besar bagi para pemuda.
"Dengan hadirnya beberapa Kawasan industri di Kabupaten Subang seharusnya peluangnya cukup besar," ucapnya.
Akan tetapi, menurutnya perkembangan industri di Kabupaten Subang nyatanya tidak berdampak signifikan terhadap peluang tenaga kerja lokal, khususnya pemuda.
Oleh sebab itu, saat ini Serikat buruh terus memperjuangkan Perda Ketenagakerjaan yang didalamnya juga akan mengakomodir penyerapan tenaga kerja pemuda di Kabupaten Subang.
"Upaya kita selama ini dalam mengawal Perda Ketenagakerjaan, yang salah satunya didalamnya memuat pasal yang mengatur tentang bagaimana warga lokal itu diutamakan terhadap tumbuh kembangnya industri di Subang," ucapnya.(cdp/ysp)
