Subang Sepekan Ngabret! Bupati Reynaldy dan Wabup Agus Masykur Pacu Pembangunan

PASUNDANEKSPRES.ID - Memasuki pekan kedua bulan April 2026, tepatnya pada 6 hingga 11 April, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi bersama Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menunjukkan intensitas kerja tinggi dalam berbagai sektor strategis.
Mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan regulasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga dorongan investasi dan pembinaan masyarakat, keduanya tampil aktif dalam agenda pemerintahan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Peringatan Hari Jadi ke-78: Penguatan Semangat “Ngabret”
Rangkaian kegiatan diawali pada 6 April 2026 melalui peringatan Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang. Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi bertindak sebagai inspektur upacara di Alun-Alun Subang, menegaskan arah pembangunan berbasis dampak nyata.
Dalam amanatnya, ia menyampaikan, “Saya ingin dalam empat tahun ke depan, masyarakat Subang lebih sejahtera, lebih bahagia, dan merasakan kehadiran pemerintah dalam setiap aspek kehidupannya.”
Ia juga mengajak seluruh ASN untuk mengubah pola kerja. “Bukan hanya bekerja, tetapi juga berkarya. Bukan hanya bergerak, tetapi harus memberikan dampak,” tegasnya.
Pada momentum yang sama, Bupati Reynaldy bersama jajaran menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD. Dalam pidatonya, ia menegaskan fokus pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama.
“Target kami jelas, di tahun 2027 tidak boleh ada lagi jalan rusak atau berlubang di Kabupaten Subang,” ujar Bupati Reynaldy dengan tegas.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga keberlanjutan ekonomi. “Kita dorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar tumbuh merata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.
Komitmen Penanganan Stunting dan Penguatan SDM
Pada 7 April 2026, Wakil Bupati menghadiri rapat evaluasi penanganan stunting di tingkat Provinsi Jawa Barat. Kehadiran tersebut menjadi bukti komitmen Subang dalam mendukung program nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam keterangannya, Agus Masykur menyampaikan, “Alhamdulillah Subang saat ini termasuk empat besar dengan angka stunting terendah di Jawa Barat, tetapi kita tidak boleh puas.”
Ia menegaskan target jangka panjang yang lebih ambisius. “Target kita jelas, yaitu mencapai 5 persen dan zero new stunting. Ini harus kita capai bersama seluruh stakeholder,” ujarnya.
Penguatan SDM juga terlihat dalam kegiatan FGD penulisan ulang sejarah Subang pada 9 April. Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya sejarah sebagai fondasi pembangunan karakter.
“Sejarah yang kuat akan melahirkan masyarakat yang unggul dan kompetitif, karena mereka memahami asal-usulnya dan arah masa depannya,” jelasnya.
Penguatan Regulasi dan Tata Kelola Pemerintahan Desa
Pada 8 April 2026, Wakil Bupati menghadiri Rapat Paripurna DPRD yang menetapkan Raperda Desa dan LKPJ Bupati Tahun 2025. Agenda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Agus Masykur menegaskan pentingnya regulasi sebagai fondasi pembangunan. “Ini merupakan bentuk tanggung jawab kita bersama untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di desa,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kesiapan pelaksanaan Pilkades serentak. “Sebanyak 165 desa di 28 kecamatan akan melaksanakan pemilihan kepala desa, dan kita siapkan sistem yang adaptif, termasuk e-voting,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi dengan DPRD menjadi kunci keberhasilan. “Kami menerima seluruh rekomendasi DPRD sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja ke depan,” pungkasnya.
Percepatan Investasi dan Pengembangan Kawasan Rebana
Bupati Reynaldy memperkuat arah pembangunan ekonomi melalui audiensi dengan Badan Pengelola Kawasan Rebana pada 8 April 2026. Pertemuan tersebut membahas posisi strategis Subang sebagai pusat pertumbuhan industri.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah. “Pada prinsipnya, kami siap menyukseskan program Rebana dan memastikan Subang menjadi daerah yang ramah investasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya stabilitas daerah. “Kami menjaga kondusivitas wilayah agar investor merasa aman dan nyaman dalam menanamkan modalnya,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati turut memperkuat upaya tersebut saat menghadiri gala dinner bersama investor PT Meiloon Technology Indonesia pada 10 April.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan, “Subang memiliki keunggulan strategis, mulai dari kawasan industri, akses tol, hingga Pelabuhan Patimban. Ini menjadi kekuatan utama dalam menarik investasi.”
Ia juga mengajak investor untuk terus berkontribusi. “Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin tumbuh bersama Subang,” tambahnya.
Pembinaan Generasi Muda dan Penguatan Karakter
Perhatian terhadap generasi muda diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembinaan. Pada 8 April, Wakil Bupati menghadiri pelantikan pengurus Forum Baris Indonesia (Forbasi).
Dalam arahannya, ia menyampaikan, “Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga membentuk mental, etika, dan tanggung jawab generasi muda.”
Ia juga menekankan pentingnya sinergi organisasi. “Forbasi harus mampu menjadi wadah pembinaan yang melahirkan generasi berkarakter dan berdaya saing,” ujarnya.
Pada 11 April, ia kembali hadir dalam ajang As-Syifa Festival Raya (ASFERA) 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti pentingnya pembinaan olahraga sejak dini.
“Olahraga seperti tenis meja bukan hanya soal fisik, tetapi juga melatih fokus dan konsentrasi. Ini penting untuk membangun mental juara,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada para atlet muda. “Teruslah berlatih, karena dari sini bisa lahir atlet tingkat nasional bahkan dunia,” tegasnya.
Penguatan Nilai Sosial dan Religius Masyarakat
Pada 11 April 2026, Wakil Bupati turut serta dalam kegiatan gotong royong “Subang Resik Ngahiji” di Masjid Agung Al-Musabaqoh. Kehadiran tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap penguatan nilai sosial dan religius.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan, “Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari iman.”
Ia juga mengajak masyarakat menjaga semangat kebersamaan. “Mari kita jaga gotong royong dan merawat fasilitas bersama untuk Subang yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendorong penguatan kegiatan keagamaan. “Kita hidupkan kembali budaya salat dhuha bersama sebagai bagian dari pembentukan karakter religius masyarakat,” tegasnya.(red)
